Pormes: Perda ekonomi kreatif masuk masa sidang kedua

@Rayapos.com | Ambon: Dalam rangka mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia, maka lembaga legislasi Kota Ambon memberikan dukungan penuh atas pembahasan peraturan daerah (Perda) tentang ekonomi kreatif.

Demikian Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes, saat dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Selasa (21/3).

Menurutnya, regulasi tentang ekonomi kreatif guna dibahas dalam proses penyusunan program legislasi daerah (proledga) sangat didukung oleh pihaknya.

”Pembahasan terkait ekraf akan kami usulkan untuk segera dibahas di masa sidang kedua, sehingga diharapkan di akhir tahun 2017 kami dapat menghasilkan sebuah regulasi,” ujarnya.

Mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia, jelansya, bukan saja harus melibatkan pekerja seni saja, tetapi banyak pihak.

Karenanya, DPRD bersama Pemkot Ambon perlu menyiapkan Perda yang dapat mengakomodir dengan melibatkan berbagai pihak terkait di dalamnya.

”Penyiapan perda kita akan melibatkan pekerja seni, pihak keamanan, pelaku usaha, dan stakeholder terkait karya seni, sehingga kedapan karya yang dihasilkan mendapat apresiasi yang layak,” jelasnya.

Regulasi dimaksud, tegasnya, akan mengakomodir seluruh hak dan kewajiban pekerja seni di Kota Ambon, khususnya perlindungan musisi terkait standar harga dalam melakukan aktifitas.

”Kami berupaya agar seluruh pembahasan regulasi dapat diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga seluruh aktifitas pekerja seni kedepan mendapat perlindungan,” timpalnya.

Semenjak dideklarasinya Ambon menuju kota musik dunia pada 28 Oktober 2016 silam oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), terangnya, sudah dilakukan berbagai program penunjang.

Dimana, deklarasi ini diharapkan akan menjadi embrio bagi kota Ambon sekaligus langkah pernyataan bahwa Ambon memiliki potensi untuk mengembangkan industri musik.

Meskipun pencanangan Ambon sebagai kota musik, tambahnya, saat ini belum ditindaklanjuti dengan fasilitas penunjang, tetapi melalui kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pelaku seni.

Diharapkannya, berbagai upaya tersebut menjadi rangsangan para pekerja seni serta masyarakat untuk bekerja keras mewujudkan karya sehingga dapat dihargai secara maksimal.

”Potensi yang dimiliki harus ditindaklanjuti dengan komitmen berbagai pihak, yakni bukan hanya pemerintah daerah tetapi seluruh stakeholder, terutama pelaku seni untuk mewujudkan upaya tersebut,” pungkasnya.

Comments

comments