Portugal Taklukkan Polandia Lewat Drama Adu Penalti

@Rayapos | Marseille: Penyelamatan penalti gemilang dari kiper Portugal Rui Patricio membuat Ricardo Quaresma kembali menjadi pahlawan, ketika sepakan penaltinya ke gawang Polandia di Marseille pada Kamis, membawa mereka menang adu penalti 5-3 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 setelah masa perpanjangan waktu, sekaligus mengirim timnya ke semifinal Piala Eropa 2016.

Patricio bergerak ke kiri untuk memblok eksekusi penalti Jakub Blaszczykowski, eksekutor keempat Polandia, untuk membuat pemain pegganti Quaresma, yang gol larutnya di masa perpanjangan waktu mengalahkan Kroasia di putaran 16 besar, untuk menjadi penentu kemenangan melalui sepakan penalti kelima Portugal.

Dua jam sebelumnya penyerang Robert Lewandowski membawa Polandia memimpin pada menit kedua, namun pemain 18 tahun Renato Sanches mampu menyamakan kedudukan melalui tembakannya pada menit ke-33, pada penampilan perdananya sebagai anggota tim inti Portugal.

Hanya sedikit aksi bagus sejak itu namun Portugal, yang disingkirkan Spanyol melalui adu penalti di semifinal empat tahun silam, tidak akan peduli ketika mereka melaju ke empat besar Piala Eropa untuk keempat kalinya dalam lima turnamen, untuk selanjutnya berhadapan dengan Belgia atau Wales.

Polandia, yang belum pernah memenangi pertandingan di Piala Eropa sebelum turnamen ini dan finis sebagai juru kunci grup mereka pada turnamen yang dihelat di negara sendiri empat tahun silam, akan meratapi kegagalan mereka memaksimalkan sejumlah peluang dan kemungkinan merenungi keberhasilan adu penalti mereka saat menyingkirkan Swiss di putaran terakhir.

Kesalahan di pertahanan Mereka memimpin nyaris sejak pertandingan baru dimulai ketika kesalahan yang dilakukan bek Portugal Cedric membuat bola panjang dapat melambung melewati kepalanya untuk tertuju pada Kamil grosicki. Ia menekan dari sisi kiri dan mengirimkan umpan yang mampu diselesaikan oleh Lewandowski.

Itu merupakan gol pertama sang penyerang di turnamen ini dan, dalam waktu semenit 40 detik, merupakan gol tercepat urutan kedua sepanjang sejarah Piala Eropa setelah gol Dmitri Kirichenko untuk Rusia ke gawang Yunani pada detik ke-65 pada 2004.

Polandia terlihat seperti tim yang lebih percaya diri untuk 20 menit selanjutnya, namun Portugal sedikit demi sedikit mampu mengembangkan permainannya.

Sanches, pada penampilan perdananya sebagai pemain inti, memainkan umpan satu-dua dengan Nani dan mendapatkan celah waktu untuk menggeser bola ke kaki kirinya di tepi kotak penalti, dan menembakkannya melewati Lukasz Fabianski, dengan sedikit bantuan defleksi.

Kedua tim bermain dengan tempo yang lebih lambat pada babak kedua, di bawah instruksi dari pelatih masing-masing untuk menurunkan ritme.

Satu-satunya peluang nyata pada babak itu terjadi pada menit ke-85, ketika pemain pengganti Joao Moutinho melepaskan bola lob kepada Cristiano Ronaldo yang, mendapat waktu untuk melihat posisi kiper, gagal untuk meneruskan bola saat gawang sudah terbuka lebar di depannya.

Hanya ada sedikit perubahan pada 30 menit masa perpanjangan waktu, di mana 64.000 penonton pun menjadi nyaris tanpa suara, mengetahui apa yang kemungkinan akan terjadi nyaris setelah masa perpanjangan waktu dimulai.

Polandia mengikuti rute yang sama seperti pada pertandingan 16 besar mereka melawan Swiss dan memenangi adu penalti, namun mereka terlihat sangat kelelahan, sehingga fokus permainan mereka sudah bergeser.

Bagaimanapun kali ini perjudian itu tidak mendatangkan hasil positif, ketika Ronaldo, Sanches, Moutinho, dan Nani sukses menjadi eksekutor sebelum Quaresma menutup pertandingan ini.

Susunan Pemain

Polandia: Fabianski; Piszczek, Glik, Pazdan, Jedrzejczyk; Blaszczykowski, Krychowiak, Maczynski (Jodlowiec 98′), Grosicki (Kaputska 82′); Lewandowski, Milik.

Portugal: Patricio; Cedric, Pepe, Fonte, Eliseu; Adrien Silva (Moutinho 73′), Renato, William (Danilo 96′), Mario (Quaresma 80′); Nani, Ronaldo.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY