Posdaya menjadi pendorong penyegaran Pancasila

KKN tematik Posdaya ( Foto: Istimewa)

Para mahasiswa mendapat pembekalan tentang Pancasila dan melalui Posdaya diharapkan dapat menyegarkan kembali Pancasila kepada masyarakat di desa-desa.

Menurut berita dalam media sosial, dalam pertemuan dengan Pimpinan Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia, Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, serius membeberkan rencana mengganti “ospek lucu-lucuan dengan pendidikan bela negara”.

Rencana itu dilakukan selama tiga hari di kelas dan tiga hari di luar, yang dipandang jauh lebih bermanfaat dibandingkan kebiasaan lama seperti cukur rambut plontos, ikat-ikat dan lucu-lucuan lainnya.

Sementara itu, sejak beberapa bulan, bekerja sama dengan Yayasan Anugerah Kencana Buana (Anugerah) bersama beberapa perguruan tinggi di Indonesia, jajaran TNI, khususnya melalui Aster KASAD, Mayor Jenderal TNI Widagdo, dan jajarannya di daerah, telah memberi pembekalan materi Pancasila kepada ribuan mahasiswa yang terjun ke desa.

Para mahasiswa itu akan tinggal di desa sekitar satu setengah bulan dalam acara kuliah kerja nyata (KKN) tematik Posdaya.

Pada acara itu mahasiswa di banyak provinsi di seluruh Indonesia membentuk dan mengisi Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di desa-desa. Awal kegiatan itu dimulai sekitar dua bulan lalu saat sekitar 500 petugas BABINSA (Bintara Pembina Desa) dari seluruh Indonesia mendapat pembekalan khusus dalam bidang pertanian.

Maporina dan Yayasan Anugerah mendapat kesempatan mengisi acara dan dalam kesempatan itu diberikan penjelasan tentang adanya Kuliah Kerja Nyata oleh para mahasiswa dari banyak perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam Kuliah Kerja Nyata itu, seperti juga para anggota TNI AD, ditempatkan di desa-desa membantu masyarakat desa dalam pembangunan komprehensif. Dari pertemuan itu selanjutnya diadakan pertemuan khusus membahas kerja sama yang lebih erat memadukan kegiatan mahasiswa dengan jajaran TNI AD.

Kerja sama yang dikaitkan dengan berbagai perguruan tinggi itu mengajak jajaran TNI, khususnya Aster KASAD di tingkat pusat dan di KODAM di seluruh Indonesia, ikut memberikan pembekalan kepada para mahasiswa yang akan berbaur dan menyatu dengan masyarakat membentuk dan mengisi Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di desa-desa.

Selanjutnya diharapkan kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa dapat dipadukan bersama dengan kegiatan yang dilakukan oleh BABINSA atau TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) yang sejak dulu dilakukan di banyak desa.

Bersatunya para mahasiswa akan memperkuat upaya pemberdayaan yang selama ini dilakukan oleh TNI bersama masyarakat dan oleh mahasiswa dalam kegiatan KKN di desa-desa.

Kegiatan keterpaduan yang pertama dilakukan dan difasilitasi oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof  Dr Mudjia Rahardjo MSi yang dibantu oleh Ketua LPPM Ibu Dr Hj  Mufidah Ch  MAg.

Petugas dari Aster Kodam V Brawijaya di Jawa Timur yang diwakili oleh Kol TNI ZI Wahyono dan Letkol TNI Didik Suryadi, memberikan pembekalan kepada 3500 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim yang akan diterjunkan ke tiga kabupaten dan kota di sekitar Malang.

Para mahasiswa mendapat pembekalan tentang Pancasila dan melalui Posdaya diharapkan dapat menyegarkan kembali Pancasila itu kepada masyarakat yang ada di desa-desa yang akan dikunjungi oleh para mahasiswa.

Kegiatan di Jatim yang kedua dilakukan di UIN Sunan Ampel Surabaya yang dipimpin oleh rektornya, Prof Dr Abdul A’la MAg. Dalam kegiatan ini Tim Aster Kodam V Brawijaya memberikan pembekalan kepada sekitar 1100 mahasiswa yang akan diterjunkan ke Kabupaten Madiun dan Magetan. Seperti di Malang, para mahasiswa mendapat pembekalan yang sangat mendalam tentang Pancasila dan pengetrapannya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat luas.

Mereka diharapkan agar melalui lingkaran-lingkaran kecil Posdaya dapat menyebar-luaskan kepada masyarakat desa,  suatu kehidupan gotong royong yang bersatu dalam kebersamaan,  membangun dan mengentaskan kemiskinan secara mandiri.

Pembekalan dari kalangan TNI itu sejalan dengan pembekalan yang diberikan oleh Pembina Yayasan Anugerah berdasarkan patokan Pancasila secara nasional dan arahan PBB yaitu SDGs secara global.

Acara yang baru saja dilaksanakan di Jatim, bersama Universitas Airlangga yang diantar oleh Wakil Rektor 1, Prof  dr Djoko Santoso PhD, karena Rektor sedang bertugas di luar negeri, mengantar sekitar 3500 mahasiswa dengan sekitar 100 dosen pendamping di sebar ke sepuluh kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur.

Secara khusus seluruh dosen pendamping terlebih dahulu mendapat pembekalan yang lebih luas,  sehingga mereka siap mendampingi para mahasiswa yang akan tinggal di desa selama lebih dari satu setengah bulan.

Selanjutnya sekitar 3500 mahasiswa secara bersama mendapat pengantar yang mendalam oleh Wakil Rektor, Pembina Anugerah dan Tim khusus dari Kodam V Brawijaya yang ditugasi oleh Mayor Jenderal TNI Widagdo, Aster KASAD dari Jakarta. Para mahasiswa mendapat pembekalan tentang keadaan negara dan bangsa dewasa ini serta kemungkinan gangguan keamanan dan ketenteraman masyarakat,  yang tidak ingin kita bersatu dan maju.

Gangguan itu harus diwaspadai karena wujudnya kadang tidak nyata, seperti penyebaran narkoba, pornografi serta iming-iming lain yang memecah belah persatuan dan kesatuan keluarga,  serta masyarakat.

Pembekalan itu memperkuat tujuan pembentukan dan pengisian Posdaya yang intinya adalah penyegaran budaya gotong royong. Di luar Jawa,  kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan oleh UIN Sumatera Utara di Medan. Fasilitasi kegiatan ini didukung oleh Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Saidurrahman  MAg yang didampingi oleh Ketua LPPMnya Dr Dahlia Lubis MAg.

Dalam kegiatan di Medan itu UIN Sumut telah mempersiapkan sekitar 2600 mahasiswa,  yang diterjunkan ke beberapa kabupaten di seluruh Sumut,  juga untuk waktu sekitar satu bulan.

Mahasiswa akan tinggal di desa-desa dan bekerja sama dengan keluarga setempat membangun Posdaya dan memberi petunjuk bagaimana mengajak penduduk desa menyegarkan budaya gotong royong sebagai inti dari Pancasila.

Tim Kodam di Sumut telah ditugasi oleh Mayor Jenderal TNI Widagdo, mengisi 2600 mahasiswa itu dengan materi Pancasila yang manualnya telah dilengkapi secara rapi dari tingkat pusat.

Petugas Aster Kodam mengisi materi itu dengan sangat baik karena sebelumnya telah mendapat gemblengan yang intensif dari Tim Aster tingkat pusat. Sehingga kegiatan di Medan, seperti halnya di Jawa Timur, berjalan sangat lancar dan memberi masukan yang sangat baik untuk bekal mahasiswa mengisi materi Pancasila melalui Posdaya yang dibentuk di desa-desa.

Di Jawa Barat, UPI yang dipimpin oleh Rektor barunya, Prof Dr Asep Kadarohman MSi, sepakat menggalang kerja sama dengan jajaran TNI guna memadukan kegiatan KKN tematik Posdaya dengan kegiatan TMMD, serta kegiatan jajaran BABINSA yang ada di desa.

Kegiatan terpadu itu akan segera dimulai pada masa KKN yang akan datang, sehingga ribuan mahasiswa dalam kegiatan ini akan menjadi teladan yang mendidik masyarakat desa untuk menyegarkan budaya Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Posdaya menjadi salah satu pelopor dalam penyegaran budaya hidup berdasarkan Pancasila. ***

(Prof. Dr. Haryono Suyono, mantan Menko Kesra dan Taskin RI).

Comments

comments