FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA

@Rayapos | Jakarta – Rumah sakit Bhayangkara (Polri) telah memeriksa 24 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 per 29 Oktober 2018.

Kapusdokkes Polri Brigjen Pol dr Arthur Tampi menjelaskan detail 24 kantong jenazah itu terdiri dari 84 bagian tubuh korban. Dari situ, pihaknya sudah melakukan proses forensik di kamar jenazah oleh dokter-dokter spesialis forensik.

“Kemudian kita juga sudah mengambil data ampemortem yang sampai saat ini jumlahnya sudah 185. Dari 185 itu, 147 (keluarga korban) kita sudah ambil data DNA nya,” kata Arthur di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018).

Baca juga:

Sandiaga Bakal Gratiskan Jalan Tol Jika Terpilih, Mungkinkah Terealisasi?

Taufik Kurniawan Diduga Terima Suap Rp 3,6 Miliar

Kendati sudah melakukan pemeriksaan, ia mengakui jika pihaknya masih belum bisa melakukan proses identifikasi satu kantongpun dari 24 kantong jenazah tersebut.

“Tetapi kami sampaikan bahwa hari ini kita belum bisa mengidentifikasi satupun korban dari 24 kantong jenazah yang kita terima sebelumnya. Sekali lagi bahwa kita belum bisa mengidentifikasi,” ungkapnya.

Dia beralasan, belum teridentifikasinya 24 kantong jenazah karena isinya hanyalah bagian-bagian tubuh, bukan jenazah utuh.

“Kondisi (jenazah) yang kita tetima dr 24 kantong jenazah itu adalah body part-body part. Memang ada beberapa ciri spesifik yang kita temukan tapi kita belum bisa merilis itu, karena dari data atemmortem beberap keterangan yang juga memberikan beberapa keterangan yang mempunyai ciri-ciri yang sama,” pungkasnya.

Teranyar dua kantong mayat dari pelabuhan tanjung priuk, Jakarta Utara, sudah tiba di RS Polri Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rayapos, tepat pukul 19.00 Wib menyusul 8 kantong jenazah menuju RS Sakit Bhayangkara Jakarta Timur.

Sehingga total kantong jenazah per tanggal 30 oktober 2018, sekiranya ada sekitar 36 kantong jenazah yang bakal masuk ke kamar mayat RS Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur.