Foto: Istimewa

@Rayapos | Jakarta – Direktur Pembangunan dan Pembangunan Usaha PPK GBK, Gatot Tetuko mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci terkait jumlah venue yang ditawarkan kepada pihak swasta. Namun, ia menyebut ada beberapa venue yang tengah dilirik.

“Saya belum bisa mengatakan begitu, setiap pihak secara pendekatan bisnis to bisnis itu memang ada ketertarikan. Setidaknya tiga venue yang tengah diminati pihak swasta,” kata Gatot di Kompleks Gelora Bung Karno, Rabu (9/5/2018).

“Menurut saya, itu sesuatu yang umum terjadi, seperti di Jakabaring saja sudah ada misalnya Bukit Asam, di Ancol punya Allianz juga jadi memang name or rights itu sudah biasa sebetulnya. Tetapi ini menjadi tidak biasa karena bangunan heritage, aset megara yang digunakan asian games,” tuturnya.

Baca Juga:

Pengelola GBK Belum Putuskan Kontrak ‘Naming Rights’

Meski Kalah, Persija Masih Berpeluang ke Final Piala AFC

Salah satu venue yang diminati oleh pihak Bibli.com yang ingin memakai nama produk tersebut menjadi nama venue Gedung Istora senayan. Ia juga tidak ingin memutuskan langsung terkait perjanjian tersebut.

“Saya pikir kita tidak terburu buru juga dalam memutuskan hal ini. Karena Kami ingin membina relasi dengan pihak bisnis dan pihak olahraga,” tandasnya.

BAGIKAN