Ojol demo di Bangkalan, Madura

@Rayapos | Bangkalan – Capres Prabowo Subianto terus didemo pengemudi ojek online (Ojol) dari berbagai daerah. Sejumlah pengemudi Ojol di Kabupaten Bangkalan menuntut Prabowo meminta maaf karena pidatonya yang dinilai menyinggung mereka.

Aksi ini diikuti oleh sekitar 60 driver ojek online yang tergabung dalam Koalisi Ojek Online Regional Bangkalan (Kojor). Mereka berorasi di depan kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) setempat.

Baca juga:

Terungkap, Ini Awal Keretakan Rumah Tangga Gading-Gisel

Becak listrik Android Segera Beroperasi di Yogyakarta

Dalam orasinya, Korlap Aksi Kojor Efendi menyampaikan agar Prabowo senantiasa berhati-hati dalam menyampaikan pidato.

“Sebagai calon pemimpin, harus banyak belajar etika berbicara. Berhati-hati dalam menyampaikan pidato agar tidak menyinggung rakyat kecil,” tegas Efendi, Sabtu (24/11/2018).

Tak hanya itu, mereka juga menuntut agar Prabowo meminta maaf kepada seluruh pengemudi ojek, baik konvensional maupun online.

“Kami meminta beliau meminta maaf kepada kepada seluruh pekerja ojek,” tambahnya.

Saat berunjuk rasa, mereka juga membawa sejumlah poster yang bertuliskan di antaranya ‘Wo… Ayo Ngopi Tak Ajarin Ngomong’ dan ‘Prabowo Harus Minta Maaf Kepada Kami’.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung banyaknya generasi muda yang bekerja sebagai ojek online. Pernyataan Prabowo tersebut kemudian menjadi polemik.

“Saya sedih dengan realita yang ada, seperti di meme yang ada di internet terkait jalan karir anak muda di Indonesia, dari SD, SMP, SMA dan setelah lulus dia jadi ojek driver. Sedih tapi itulah realitas,” kata Prabowo saat menyampaikan pidatonya di acara Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Rabu lalu.

Dikatakan Prabowo, keinginannya selama ini adalah jalan karir anak bangsa yang sukses dan jauh dari apa yang digambarkan oleh meme itu. Dia ingin anak muda dapat memiliki masa depan lebih baik, misalnya kata dia menjadi seorang wirausaha atau bahkan teknisi hingga pemilik restoran.

“Ini adalah passion saya. Dari dalam lubuk hati saya tidak merasa bahagia. Saya ingin anak muda di Indonesia berwirausaha jadi teknisi, jadi pilot atau punya restoran, punya cafe. Punya usaha sendiri, punya peternakan. Bukan cuma kuli,” kata dia.