Prabowo Subianto di acara deklarasi Koppasandi. Foto: Antara

@Rayapos | Jakarta – Capres Prabowo Subianto berjanji, jika dia jadi presiden, Indonesia tidak akan impor apa pun.

Prabowo di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018) mengatakan:

“Saya bersaksi di sini, kalau Insya Allah saya menerima amanat dari rakyat Indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri! Kita tidak perlu impor apa-apa.

Dia lanjutkan: “Saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu!”

Itu dikatakan Prabowo di depan massa pendukungnya. Mereka menggelar acara deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.

Karena Prabowo mantan ABRI, maka dia masih suka dengan nama ‘Komando’ untuk menamai kelompok pendukungnya. Juga kelompok itu diberi nama kependekan Koppasandi.

Namanya mirip dengan Kopassandha (Komando Pasukan Sandi Yudha) di TNI AD, dulu.

Pada 17 Februari 1971, Kopassandha berjuang dalam operasi di Timor Timur. Pasukan ini melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia.

Komandan Jenderal Koppasandi, Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i mengatakan, Koppasandi akan fokus mengajak umat Islam beserta eksponen gerakan 411 dan 212 memenangkan Prabowo-Sandi.

Baca Juga:

Ngeri, Kurang Tidur Bisa Cepat Tua dan Penurunan Daya Pikir

Adik Ahok Dukung Jokowi-Ma’ruf, Begini Alasannya

Nagih Utang, Pemuda Ini Bacok Tengkuk Korban Sampai Menganga

Prabowo menegaskan, Indonesia harus swasembada. Menurutnya, Indonesia tak perlu mengeluarkan devisa untuk impor.

“Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar! Kita tidak perlu impor 1,3 juta barel tiap hari. Kita tidak perlu mengirim US$ 30 miliar tiap tahun ke luar negeri hanya untuk bayar bahan bakar,” ujarnya.

Bukan sekali ini Prabowo mengeluarkan pernyataan tersebut. Saat bertemu relawan Rhoma Irama, di Soneta Record Depok, Minggu (28/10/2018), Prabowo juga begitu.

Saat itu Prabowo juga mengatakan, tidak ingin impor. Sebab, impor menghancurkan rakyat Indonesia.

“Kita tidak perlu impor-impor lagi makanan. Impor-impor itu adalah sebetulnya langkah langkah yang menghancurkan rakyat Indonesia sendiri, menghancurkan petani-petani kita sendiri,” katanya.

Prabowo menjelaskan, bahwa Indonesia bisa mengurangi impor dengan cara melakukan swasembada di tiga sektor.

Tiga sektor yang dia maksud yaitu swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air.

“Harus swasembada pangan, dan pangan harus tersedia serta terjangkau untuk seluruh rakyat,” tuturnya.

Dilanjutkan: “Lalu swasembada energi dengan menanam bahan bahan yang bisa menghasilkan energi. Bahan bakar dari tanaman.”

“Kalau sudah swasembada pangan dan energi, kita harus swasembada air, kita akan bikin Indonesia tidak kesulitan air. Ada teknologinya. Tinggal mau atau tidak,” sambungnya.

Dalam acara deklarasi tersebut dihadiri beberapa tokoh agama dan pimpinan partai politik pengusung dan pendukung Prabowo-Sandi.

Antara lain Ketua DPP FPI Sobri Lubis, tokoh GNPF Ulama KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, dan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad al Khaththath. (*)