Prabowo Subianto

@Rayapos | Yogyakarta – Capres Prabowo Subianto berpidato di hadapan ribuan kader Muhammadiyah serta partai koalisi di Sleman, Yogyakarta, Rabu (28/11/2018). Ia menyinggung soal elite politik saat ini pintar melintir dan bermuka tebal.

“Mereka tahu elite di Jakarta itu pinter tapi juga suka minterin, pinter… pinter mlintir, pinter… pinter nyolong. Untuk nyolong itu harus pinter dan nekat, dan mukanya tebal, apa istilah orang Jawa? Rai gedhek,” kata Prabowo.

“Saya lihat elite-elite di Jakarta itu rai gedhek bener, mukanya itu lho, seolah-olah ndak berdosa. Padahal rakyat nggak bodoh, rakyat tahu,” lanjutnya.

Baca juga:

Wow… Jalan Fatmawati Jakarta Banjir

PKS Jakarta Sediakan Makan dan Penginapan untuk Reuni 212

Menurutnya, rakyat saat ini tidak bisa dibodohi lagi. Sebab teknologi komunikasi saat ini sudah begitu canggih, sehingga mereka bisa mengerti dan memahami situasi terkini.

“Pengalaman saya dalam sekian puluh tahun saya lihat negara kita dikecewakan oleh elite kita sendiri, elite kita di Jakarta menurut saya telah terjadi suatu kerusakan dalam kepribadian. Para elite kita sudah jauh dari cinta terhadap rakyatnya sendiri, ini yang saya rasakan,” ujarnya.

Prabowo lantas mengungkapkan dia menyampaikan kepada para pengusaha dalam sebuah acara di luar negeri, yang bertanya apa masalah yang sedang dihadapi Indonesia.

“Saya juga sedih harus mengatakan, saya nggak bisa terlalu pura-pura, karena masalah besar bangsa kita adalah korupsi yang sudah merajalela, budaya korupsi yang menjadi penyakit bagi bangsa kita dan terus merongrong kehidupan bangsa,” katanya.

“Mental, sikap, manajemen yang korup membuat kita tidak punya sumber daya untuk membantu rakyat kebanyakan. Ini masalah inti dari pada bangsa Indonesia. Kesulitan yang kita hadapi karena mental yang korup ini,” papar Prabowo,” tambahnya.

Prabowo kemudian menyampaikan saat dia ditanya apa yang akan dilakukan jika nanti memenangi Pilpres 2019.

“Saya jawab, langkah saya pertama adalah menyusun suatu tim putra-putri terbaik Indonesia. Terpintar tapi tidak hanya terpintar, mereka juga harus kita pilih punya integritas, kejujuran, punya cinta terhadap bangsa, negara dan rakyat yang tidak akan mengkhianati kepercayaan rakyat, itu yang harus kita cari. Dan saya tidak akan menyusun tim dengan mempertimbangkan partai mana dan sebagainya, kita cari anak bangsa yang terbaik, karena masalah bangsa kita sangat berat,” ujarnya.

BAGIKAN