Pramono Anung: Wisudawan UNSRAT Harus Persiapkan Diri Hadapi MEA

@Rayapos | Manado: Penyampaian Sekretaris Kabinet, Pramono Anung Wibowo MM, tersebut diutarakan di hadapan sidang terbuka senat Universitas Sam Ratulangi Manado, wisuda program doktor, magister, PPDS sp1 profesi dan sarjana di Gedung MCC, Jumat (20/5).

Menurut Pramono,  dengan diberlakukannya MEA, maka akan terbuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi warga negara ASEAN. Setiap warga negara dapat keluar masuk dari satu negara ke negara lain untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

“Akan terjadi persaingan yang sangat ketat antara warga negara satu dengan warga negara yang lain. Hanya SDM yang memiliki keahlian terampillah yang nantinya akan  berlenggang kaki di pasar ASEAN, sedangkan yang tidak memiliki keahlian, ia akan tersingkir dengan sendirinya dari kompetisi itu,” ujar Pramono.

Selanjutnya Pramono mengatakan, SDM Indonesia harus memiliki kemampuan berdaya saing yang harus terus ditingkatkan baik secara formal maupun informal. Dari kurang lebih 580 juta penduduk di ASEAN, jumlah penduduk Indonesia separuh dari penduduk ASEAN. Menurutnya ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi para wisudawan.

Sementara itu terkait dengan agenda pemerintah pusat saat ini, Pramono menjelaskan fokus utama pembangunan ada pada deregulasi dan infrastruktur. Pemerintah pusat telah menginventarisis sekitar 3.000 perda bermasalah dan penghambat izin investasi di daerah-daerah.

Perda-perda tersebut sudah selesai dievaluasi, karena deregulasi diperlukan sebuah negara besar untuk bertindak cepat dan tidak terhambat oleh aturan yang dibuat sendiri terkait pembangunan infrastrukur.

“Pemerintaah saat ini bertekad kuat untuk membangun Indonesia dari pinggiran, dari perbatasan, dan dari desa. Termasuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung,  Tol Manado Bitung, Bendungan Kuwil dan Bendungan Lolak,” ujar mantan Wakil Ketua DPR RI ini. [Edwin Huwae]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY