Presiden Duterte Lanjutkan “Serangan” Kepada Komunitas Gereja Katolik Filipina

rayapos.com - Rodrigo Duterte soal Komunitas Gereja Katolik
Presiden Duterte terus menyemburkan kemarahannya atas Gereja Katolik Filipina dengan komentar-komentar pedas (Foto: www.tradyouth.org)

@Rayapos | Manila: Kontroversi Presiden Filipina Rodrigo Duterte berlanjut. Kali ini ia kembali membuat pernyataan dan tuduhan  kasar terhadap komunitas Gereja Katolik di negaranya.

Menurutnya, komunitas itu “penuh kotoran” dan para uskup melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan.

Dalam pengakuannya Duterte mengatakan saat menjadi mahasiswa di Universitas Anteneo de Davao disiksa oleh seorang pastor.

Tiga sekretaris kabinet, kata dia, juga jadi korban penganiyaan di masa lalu.

Dalam suatu komentarnya yang sangat kontroversial Duterte mengatakan ”Saya menantang Gereja Katolik,” katanya.

”Anda penuh kotoran. Anda semua bau, korupsi dan semuanya,” lanjut Duterte, seperti dikutip IB Times, Rabu (25/1).

Duterte juga menuduh komunitas Gereja Katolik Filipina sarat korupsi, dan mengecam soal pihak komunitas yang meminta pemerintah memberikan mobil Pajero.

”Bukankah Anda seharusnya malu sendiri?,” ujarnya. ”Itu sangat mahal dan begitu banyak orang yang tidak memiliki apa-apa untuk dimakan.”

Yang menarik adalah komentar Duterte, bahwa antara dia, pastor dan uskup gereja memiliki kesamaan, yakni sama-sama main perempuan.

Dia di hadapan publik mencontohkan Uskup Teodoro Bacani yang memiliki dua istri, sama seperti dirinya yang memiliki lebih dari satu istri.

Awal perseteruan Duterte dengan pihak Gereja Katolik dimulai ketika  gereja mengkritik perang melawan narkoba yang memicu pembunuhan di luar hukum dengan korban tewas sudah lebih dari 6 ribu jiwa.

Duterte yang membela perang melawan narkoba membalas kritik itu dengan mengumbar tuduhan kotor terhadap komunitas Gereja Katolik.

Comments

comments