Presiden Jokowi Sindir Skandal “Suap-Menyuap”

rayapos.com - Presiden
Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

@Rayapos |¬†Jakarta:¬†Presiden Joko Widodo menyindir soal skandal suap-menyuap hingga tersangkut masalah hukum yang disampaikan di hadapan ratusan direktur BUMN yang akan mengikuti “executive leadership program” (ELP).

“Hati-hati kejadian 2012 ketemunya sekarang. Hati-hati, saya enggak ngomong di BUMN mana, tapi gambarnya ada,” kata Presiden Jokowi di hadapan sekitar 600 petinggi BUMN yang akan mengikuti ELP Istana Negara Jakarta, Rabu (25/1).

Presiden Jokowi meresmikan acara pembukaan ELP bagi Direksi BUMN yang diikuti oleh jajaran direksi dan komisaris dari 118 BUMN.

Di layar presentasi tampak gambar pesawat dengan logo Garuda Indonesia sehingga para hadirin pun tertawa.

Presiden pada kesempatan itu menegaskan keinginannya agar para petinggi BUMN selalu menjaga “good corporate governance“.

“Saya minta semua BUMN betul-betul jangan sampai ada yang kena masalah lagi. Saya enggak mau ada yang kena masalah lagi, baik Dirut, direksi, baik di bawahnya jangan sampai, hati-hati semuanya, ‘governance‘, hati-hati,” tutur Presiden.

Ia mengatakan di era keterbukaan saat ini publik langsung bisa memantau kinerja BUMN.

“Karena sekarang ini era keterbukaan ini saudara lakukan kesalahan sekarang, ketemunya 5-10 tahun yang akan datang bisa,” ucapnya, menegaskan.

Namun, ia menegaskan, para petinggi BUMN tidak perlu takut mengambil keputusan jika merasa tidak melakukan kesalahan.

“Hati-hati, hati-hati, hati-hati. Jangan sampai ada yang datang ke saudara atas nama saya, siapapun enggak mau saya, nama saya dipakai-pakai. Enggak siapapun, entah orang dekat saya, saudara saya, enggak ada. Ini saya ingatkan,” tukasnya.

Presiden mengaku tidak bosan mengingatkan lantaran peduli dan cinta pada para penggerak BUMN tersebut.

“Saya ingin BUMN kita bisa meloncat, bisa melompat. Dan saya melihat ada kesempatan, ada peluang untuk itu, tapi jangan hilangkan kesempatan peluang itu, kita perbaiki bersama, kita benahi bersama,” ujar Presiden. [ant]

Comments

comments