Presiden Jokowi: Tiga Syarat Pokok Untuk Kemakmuran Bersama

rayapos.com - Jokowi resmikan pabrik baru Mitsubishi
Presiden Jokowi resmikan pabrik baru Mitsubishi (Foto:Istimewa)

@Rayapos | Bogor: Presiden Joko Widodo mengatakan perlu tiga syarat pokok untuk mewujudkan kemakmuran bersama yang akan diwujudkan pemerintah, bahkan diperjuangkan sejak Indonesia merdeka.

“Pertama keperpihakan, kedua usaha bersama dengan semangat persatuan dan semangat gotong royong, dan ketiga upaya mencapai kemakmuran harus bersifat inklusuf tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, ras maupun golongan,” kata Presiden saat memimpin rapat terbatas yang membahas kebijakan ekonomi berkeadilan di Istana kepresidenan, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa(31/1).

Presiden menegaskan semua warga negara tanpa kecuali harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam menikmati kemakmuran yang telah dicapai.

Jokowi kembali mengingatkan kemajuan atau kemakmuran yang ingin diwujudkan pemerintah adalah kemakmuran yang berkeadilan.

“Bukanlah kemakmuran orang per orang, bukan kemakmuran hanya sekelompok orang, bukan untuk satu golongan tapi kemakmuran yang ingin kita wujudkan adalah kemakmuran bersama, kemakmuran yang berkeadilan, kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Presiden.

Jokowi menegaskan bahwa itu merupakan tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah yang harus dihadapi dan sejak Indonesia merdeka hingga saat ini terus diperjuangkan.

Presiden mengungkapkan pada Desember 2016 lalu dirinya telah memperintahkan Menko Perekonomian Darmin Nasution untuk mengkaji sebuah kebijakan yang komprehensif untuk mengatasi ketimpangan ekonomi sosial yang terjadi selama ini.

“Meskipun kita tahu tingkat ketimpangan ekonomi sosial sejak 2015 mengalami perbaikan kalau diukur dari gini ratio yang turun dari 0,41 menjadi 0,39, namun ketimpangan ini masih perlu kita usaha agar lebih baik,” tegas Jokowi.

Dalam Ratas ini, Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para menteri kabinet kerja diantaranya, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. [ant]

Comments

comments