Presiden Mesir Minta Israel Lanjutkan Pembicaraan Damai Dengan Palestina

@Rayapos | Kairo: Presiden Mesir Abdel Fattah As-Sisi pekan ini menjanjikan Israel hubungan lebih hangat jika Israel menerima upaya untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian dengan Palestina.

As-Sisi mendesak para pemimpin Israel agar tidak menyia-nyiakan kesempatan baik untuk mewujudkan keamanan dan harapan bagi wilayah yang dirundung masalah tersebut.

Dalam pidato tanpa jadwal di satu konferensi mengenai prasarana di Kota Assiut, Mesir Selatan, As-Sisi pada Selasa (17/5) mengatakan negaranya bersedia menengahi perujukan antar-faksi Palestina yang bertikai dalam upaya melicinkan jalan ke arah kesepakatan perdamaian langgeng dengan Israel.

“Jika kita bisa menyelesaikan masalah saudara Palestina kita, mereka akan mencapai perdamaian yang lebih hangat … Saya meminta para pemimpin Israel agar mengizinkan pidato ini siairkan di satu atau dua kali sebab ini adalah kesempatan baik murni,” kata As-Sisi, sebagaimana dilaporkan NNN –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

“Saya mengatakan kepada saudara-saudara Palestina kita, anda semua harus menyatu semua faksi yang berbeda guna mencapai perujukan kembali secara cepat. Kami sebagai orang Mesir siap memainkan peran ini. Ini adalah kesempatan baik sesungguhnya untuk menemukan penyelesaian yang telah lama dinantikan.” Sementara itu, Presiden Prancis Francois Hollande pada Selasa mengatakan konferensi internasional yang dijadwalkan diselenggarakan pada akhir Mei di Paris untuk meluncurkan kembali pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel telah ditunda tapi akan diselenggarakan pada musim panas tahun ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad (15/5) mengatakakan kepada menteri luar negeri Prancis bahwa Israel tetap menentang gagasan Prancis bagi konferensi internasional guna berusaha menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian.

Mesir adalah yang pertama dari sejumlah negara Arab yang mengakui Israel melalui kesepakatan perdamaian yang ditaja AS pada 1979. Tapi sikap Mesir ke arah tetangganya tetap dingin akibat apa yang dipandang banyak negara Arab sebagai berlanjutnya pendudukan Israel atas tanah yang dimaksudkan untuk mendirikan Negara Palestina Merdeka. [antara]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY