Inilah rumah kos, tempat penemuan mayat gadis dalam lemari.

@Rayapos | Jakarta – Mayat gadis dalam lemari di Mampang, Jakarta Selatan, diperkirakan dibunuh pada Sabtu (17/11/2018). Sebelumnya, dia menerima temannya, lelaki bertato.

Demikian keterangan warga sekitar. Mayat tersebut diketahui bernama Iin Puspita (22). Bekerja sebagai pemandu lagu di karaoke di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Lokasi penemuan mayat, di tempat kos IIn. Di Rumah Kos 21, Jalan Mampang Prapatan VIII Gang Senang Kompleks Bappenas RT 03 RW 01, Tegal Parang, Mampangprapatan, Jakarta Selatan.

Mayat ditemukan dalam lemari oleh pembantu kos di situ pada Selasa (20/11/2018) petang tadi.

Ketua RT 03 Hajah Mamnun, kepada wartawan menceritakan: Dia sempat bingung saat pemilik rumah kos, Anita, mengajaknya menuju kos itu pada Selasa petang.

Tidak ada penjelasan apa pun, awalnya. Dengan mengenakan daster, Hajah Mamnun menuju kos yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya.

“Sampai sana saya baru dikasih tahu kalau ada yang meninggal. Saya diajak lihat mayatnya di dalam lemari, tapi saya enggak berani. Saya nunggu di luar saja,” katanya kepada Warta Kota.

Iin diperkirakan dibunuh pada Sabtu (17/11/2018) malam atau tiga hari dari mayatnya ditemukan.

Sebab, dari keterangan sejumlah rekan kosnya, pada Sabtu pagi hingga siang, Iin masih tampak keluar masuk kamarnya.

Hajah Mamnun mengungkapkan, dari keterangan Rofik (pembantu rumah kos tersebut), ada dua orang tamu yang menginap sejak beberapa hari sebelumnya.

Yakni: seorang perempuan dan seorang lelaki bertato. Rofik tidak tahu nama dua tamu Iin tersebut.

Baca Juga:

Rossi Gandeng Pacarnya di FIM MotoGP Awards 2018

Timses Jokowi Nilai Sandiaga Caper, Apa Maksudnya?

Sandiaga Bandingkan Pangan Era Soeharto dengan Jokowi, Begini

Iin Kesal pada Tamunya

Iin, kepada Rofik, sempat mengeluh kekesalannya terhadap kedua temannya yang menginap itu.

Bahkan, melalui pesan Whatsapp, Iin sempat meminta Rofik mengusir dua temannya itu. Namun, permintaan itu ditolak oleh kedua rekan Iin.

“Iin bilang dia nggak suka temannya ikut tinggal di sana. Sempat disuruh pergi, tapi temannya tidak mau,” kata Hajah Mumnah.

Sejak hari Sabtu Iin tak pernah terlihat lagi. Penjaga kos sempat beranggapan, Iin sedang ada keperluan di luar dan tidak pulang.

Namun, sejak adanya bau menyengat itu, diketahui Iin sudah tak bernyawa di dalam lemari.

“Penjaga kos juga tidak tahu kapan dua tamu itu pergi,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya memastikan korban merupakan korban pembunuhan.

Ia tidak mau berspekulasi lebih jauh sebab proses penyelidikan masih dilakukan.

“Dari olah TKP, kami temukan tindak pidana pembunuhan karena ada bekas luka yang kami temukan. Tapi kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini,” katanya.

Menurutnya, pihaknya telah menyita berbagai barang bukti dari lokasi kejadian, hanya saja polisi tak bisa membeberkannya karena masih dalam penyelidikan.

Kompol Andi mengatakan, dari kondisi korban, pembunuhan itu diduga sudah terjadi beberapa hari lalu.

“Pelakunya siapa masih dalam penyelidikan dan kita akan ungkap segera. Dan kapan waktu kematian korban (pembunuhan itu terjadi) nanti berdasarkam hasil autopsi,” tuturnya.

Terkait motif pembunuhan itu, polisi pun masih belum mengetahuinya secara pasti karena masih didalami.

Begitu juga dengan ada tidaknya barang berharga korban yang hilang.

Sedang menyangkut luka-luka yang ada di tubuh korban, jelasnya, polisi masih menantikan hasil autopsi dahulu.

Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan guna dilakukan proses autopsi.

“Nanti hasil visum dan autopsi yang akan mengungkap secara pasti luka-lukanya apa, dimana, penyebab kematiannya, dan waktunya,” katanya.

Saat ini, polisi masih memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian, baik tetangga kamar kos korban, penjaga kos, maupun pemilik kos.

Selain itu, petunjuk dari kamera CCTV dilakukan guna pengumpulan data dan petunjuk pengungkapan kasus itu. (*)