Jokowi dan Ma'ruf Amin (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

@Rayapos | Jakarta – Pro dan kontra kata ‘Cak Jancuk’ disematkan ke Presiden Jokowi. Ada yang menyebut kata itu bermakna kesetaraan Jokowi dengan rakyat. Ada juga yang berpendapat jika ‘jancuk’ tidak pantas disematkan pada orang nomor satu di negeri ini.

Ini bermula saat Jokowi menghadiri Deklarasi Forum Alumni Jatim di kawasan Tugu Pahlawan Kota Surabaya, Sabtu (2/2). Dalam kesempatan itu, Jokowi mendapat gelar ‘cak’ dan ‘jancuk’.

Menurut pembawa acara dalam deklarasi tersebut, Djadi Galajapo, ‘cak’ kepanjangan dari cakap, agamis, dan kreatif. Sedangkan ‘jancuk’ berarti jantan, cakap, ulet dan komitmen.

Pro-kontra terjadi karena panitia acara sendiri menyayangkan gelar jancuk tersebut. Hal itu karena kata ‘jancuk’ sendiri terlanjur dikenal kebanyakan orang sebagai kata yang memiliki kesan negatif.

Calon Wakil Presiden pendamping Jokowi, KH. Ma’ruf Amin, punya tanggapan singkat soal itu.

Tanggapan itu dilontarkan saat sesi wawancara ketika Ma’ ruf Amin berkunjung ke Pesantren Al-Itqon Bugen Semarang, Jalan Kyai H. Abdurrosyid, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang. Menurut Ma’ruf, gelar tersebut tidak usah dikomentari.

“Saya kira tidak perlu dikomentari. Gelar itu kan, hehe,” katanya singkat, Senin (4/2/2019).

BAGIKAN