Produsen Garam Pati Diminta Penuhi Standar

@Rayapos | Kudus: Tim Pengawas Produksi Garam Konsumsi Beryodium Jawa Tengah meminta salah satu produsen garam di Kabupaten Pati, Jateng, untuk memenuhi standar kualitas garam yang dihasilkan, karena garam yang diproduksi selama ini masih di bawah standar yang ditetapkan.

Menurut Anggota Tim Pengawas Produksi Garam Konsumsi Beryodium Jateng Nurhayati di Pati, Selasa (24/1), produsen garam konsumsi yang dimaksud, yakni di Desa Tlogoharum, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

Kualitas garam konsumsi yang tidak sesuai standar tersebut, kata dia, dijual di bawah harga jual di pasaran, sehingga merusak harga jual di pasaran.

Selain itu, kata dia, produknya juga bisa berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Sebetulnya, lanjut dia, produsen tersebut beberapa kali diberikan pembinaan untuk memroduksi garam sesuai standar yang ditetapkan, namun tetap membandel.

Industri Kecil Menengah (IKM) dengan bendera UD Mantika Daya Prima itu, lanjut dia, telah berizin dan memiliki sertifikat SNI, namun kedaluwarsa.

Untuk itu, kata dia, dilakukan pengecekan serta pengawasan secara langsung.

Ia mengatakan, tim pengawas terdiri atas perwakilan dari Disperindag Jateng, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Miconutrient Initiative (lembaga internasional nirlaba) Perwakilan Jateng, Dislautkan Jateng, dan Ditreskrimsus Polda Jateng.

“Mereka juga didampingi Tim Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) Pati,” ujarnya.

Tim gabungan tidak hanya mengecek proses produksi garam di IKM milik Sukiman tersebut, mereka juga mengambil sampel garam briket.

Selanjutnya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Semarang langsung menguji kadar yodiumnya.

Hasilnya, dari tujuh sampel garam briket yang diuji kadar yodiumnya kurang dari 30 part per million (ppm).

Padahal sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), kadar garam konsumsi harus mengandung yodium antara 30-80 ppm.

Tim gabungan juga menemukan pengemasan garam produksi UD Mantika Daya Prima tersebut melalui lima merek dan nama industri berbeda.

Atas temuan itu, didokumentasi tim untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut.

Produksi garam di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius, mengingat jumlahnya mencapai 95 industri.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 industri di antaranya dalam pemantauan khusus lantaran kualitas produknya di bawah standar.

Ngatemi, pemilik UD Mantika Daya Prima mengungkapkan, segera memperbaharui izin usahanya.

Selain di Tlogoharum, tim gabungan juga mendatangi IKM garam UD Empat Sekawan yang berada di Desa Guyangan, Kecamatan Trangki, Pati.

Akan tetapi, kualitas garam yang dihasilkan sudah sesuai standar yang ditetapkan.

Comments

comments

LEAVE A REPLY