Anggota Fraksi PDIP DKI Jakarta, Ida Mahmudah (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Anggaran pembangunan waduk di Jakarta ditolak DPRD DKI. Program yang telah disiapkan eks Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu dicoret karena dinilai waktunya terlalu mempet.

“Bukan soal batal membatalin, cukup enggak waktunya kalau bikin waduk sekarang sampai bulan Desember. Cuma dikit sih Rp 24 miliar (anggaran) kan yang lain udah jalan,” kata Pimpinan Banggar Mohammad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Baca juga:

Disangka Curi Start Kampanye, Jokowi Malah Tertawa

Sandiaga: Erick Thohir Nangis di Sebelah Saya

Menteri Perdagangan: Indonesia Wajib Impor Beras! Jika Tidak, Bisa Chaos

Usai mengetok palu penolakan, anggota Fraksi PDIP Perjuangan Gembong Warsono langsung walk out dari ruangan sidang. Lalu disusul oleh Ida Mahmudah yang juga anggota fraksi PDI Perjuangan.

Dikatakan Ida, Taufik tidak fair. Menurut Ida, pembangunan waduk-waduk ini sudah mencapai 90 persen. Sehingga penambahan anggaran sangat diperlukan.

“Dan ini kan pasti ada sesuatu. Pekerjaan itu sudah bisa 90 persen, tinggal 10 persen lagi, kenapa tidak kita setujui. Ini kan karena itu proyek programnya Ahok. Yang mereka tidak suka ini berhasil. Anggrannya kan tidak besar penambahannya,” ucapnya.

Ida pun keheranan, kenapa pihak legislatif menambahkan saat eksekutif meminta, namun ketika legislatif yang mengusulkan penambahan anggaran, prosesnya berlangsung alot.

“Nah sekarang giliran eksekutif yang minta? ada apa dengan ini? Kami dari fraksi PDI Perjuangan ingin penyelesaian banjir selesai, biar masyarakat yang menilai,” pungkasnya.