Promosi Pariwisata Gunakan Radio Internasional

@Rayapos | Kupang: DPRD Nusa Tenggara Timur mendukung langkah pemerintahan setempat yang mempromosikan kekayaan pariwisata di provinsi kepulauan ini dengan menggunakan radio internasional dari Perancis dan Australia.

“Upaya promosi dengan media internasional seperti ini tentu sangat efektif dan kami mendukung agar terus dilakukan oleh pemerintah,” kata Ketua Komisi II DPRD NTT Yucun Lepa yang membidangi pariwisata saat dihubungi Antara di Kupang, Senin.

Politisi Partai PKB itu menilai, kerja sama pemerintah dengan radio internasional dari Perancis dan Australia untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan setempat bisa memacuh arus kunjungan wisatawan asing.

“Melalui siaran itu maka relay-nya secara internasional sehingga masyarakat di berbagai negara bisa mendengar langsung dan bisa tertarik untuk datang ke sini,” katanya.

Dia mengaku, dewan mengapreasiasi upaya pemerintah setempat telah menggenjot kunjungan wisatawan ke provinsi selaksa pulau itu mencapai lebih dari 882.000 selama tahun 2016.

Jumlah kunjungan tersebut, lebih didominasi wisatawan domestik mencapai 769.962 orang dalam periode yang sama.

Menurut Yucun, meskipun jumlah kunjungan wisatawan asing masih jauh di bawah domestik namun upaya pomosi perlu terus dilakukan sehingga target kunjungan wisatawan asing terus melonjak dari waktu ke waktu.

“Ini yang kita harapakan supaya berbagai informasi tentang kepariwisataan di NTT bisa diperoleh masyarakat di berbagi belahan dunia,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan pemerintah setempat terus bekerja sama dengan radio internasional dari Prancis dan Australia untuk melakukan promosi.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan asing ke daerah setempat karena jumlahnya masih terbatas.

Melalui siaran radio internasional tersebut, pihaknya juga melakukan wawancara jarak jauh dengan wisatawan dari Amerika, Perancis, Australia, Belanda, Jepang.

“Jadi kadang ada wisatawan dari Belanda yang menanyakan langsung dalam bahasa mereka maka kita juga langsung menjelaskan, demikian juga negara-negara lain,” demikian Marius Ardu Jelamu. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY