Wakil Ketua DPRD DKI Triwicaksana (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Badan seleksi calon wakil gubernur DKI Jakarta bentukan partai Gerindra belum terbentuk. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwicaksana atau yang akrab disapa Sani menilai, adanya badan tersebut hanya akan memperpanjang proses penetapan wagub.

Sani yang juga kader PKS, ternyata tidak dilibatkan dalam diskusi Gerindra dan PKS yang sepakat membentuk badan seleksi untuk melakukan fit and proper test calon wakil gubernur.

Baca juga:

Farmakolog UGM: Air Pembalut Wanita Diekstrak…

Piala AFF 2018: Bima Sakti Pompa Motivasi Penggawa Timnas

“Saya nggak terlibat dalam diskusi. Tapi menurut saya ada fit and proper test bakal potensi memperpanjang penetapan wagub. Tolok ukur lulus tes apa? Harus disusun lagi disepakati lagi,” wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwicaksana di Kebon Sirih, Kemarin (8/11/2018).

Dihubungi terpisah Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo yang hadir dalam diskusi Gerindra dan PKS pada tanggal 5 november lalu, tidak memberikan banyak komentar terkait anggapan tersebut.

Dia hanya menyebut, jika kedua partai pemenang pilkada 2017 lalu itu juga menginginkan proses pengisian kursi DKI II segera rampung. Sehingga wakil Gubernur baru bisa segera terpilih dan bekerja untuk membantu kinerja Gubernur Anies Baswedan.

“PKS dan Gerindra ingin cepat tuntas agar wagub bisa segera aktif dan maksimal dalam mengemban amanah, membantu Gubernur DKI dalam ikhtiar menjadikan Jakarta Maju Kotanya dan bahagia warganya, mohon doa dan support semoga lancar,” ucap Syakir saat dihubungi Rayapos, Jumat (9/11/2018).

Kendati demikian dia mengaku belum mengetahui siapa saja kader PKS dan Gerindra yang bakal mengisi formatur badan seleksi cawagub tersebut. Namun dia berharap beberapa pekan kedepan formatur badan seleksi itu sudah bisa diumumkan dan bekerja.

“Belum ada, semoga beberapa pekan ke depan sudah dapat diinformasikan dan bisa memulai tugas,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, Gerindra-PKS menyepakati pembentukan tim seleksi calon Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Calon-calon yang diusulkan kedua parpol akan mengikuti fit and proper test.

Ketua DPD Gerindra Mohammad Taufik mengatakan, nantinya dua kandidat wagub yang diserahkan ke DPRD DKI Jakarta harus melalui proses fit and propertest terlebih dahulu.

Sebab dia tidak ingin PKS hanya menyodorkan dua nama calon wagub DKI.

“Kita enggak mau dapat cek kosong. Engga bisa itu tiba-tiba PKS sudah menentukan dua nama. Enggak mau saya, harus fit and propertest saya bilang,” ujar Taufik.

Bahkan Taufik mempersilakan PKS menyerahkan 4 nama kandidat kepada tim penguji dalam fit and propertest itu.

Rencananya dua kader Gerindra dan dua kader PKS akan menguji 4 kandidat itu. Dari 4 kandidat, akan dikerucutkan ke 2 nama. Dua nama itu lah yang akan diserahkan ke DPRD DKI Jakarta.

BAGIKAN