Rumah Herdy di Pernjaringan, Jakarta Utara (FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)

@Rayapos | Jakarta – Polisi telah menemukan proyektil senjata api yang digunakan pembunuh Herdi Sibolga (45) di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Proyektil itu berada di tembok rumah warga yang berada di sekitar lokasi penembakan.

Menurut Cici (39) sang pemilik rumah, mengaku sehari setelah insiden penembakan itu, beberapa polisi sempat mendatangi dirinya untuk memintanya membuka pintu rumahnya tersebut.

Cici mengatakan, setelah pintu rumah yang tepat berada di pinggir jalan dan hanya berjarak satu meter dari titik penembakan Herdi itu dibuka, petugas kepolisian lalu memeriksa dan mengeluarkan beberapa barang dari dalam gudang.

Cici menyaksikan polisi mengeluarkan beberapa kardus dan kayu dari dalam rumahnya, Selain itu kata Cici, dari bongkahan kayu yang terdapat di gudang itu, polisi mengambil sebuah benda yang diduga proyektil dari senpi yang digunakan pelaku.

“Setelah ngeluarin kardus sama kayu, terus saya lihat kayak ada benda yang diamainin. Kayanya bekas peluru,” ujar Cici kepada Rayapos.com, Selasa (24/7/2018).

Baca juga:

Rela Jalan Kaki Sejauh 32 Km, Pria ini Dihadiahi Mobil oleh Bosnya

Tragis! Bocah SD Tewas Setelah Berkelahi dengan Teman Sekelasnya

Zulhas Bertemu Jokowi, Apakah PAN Diajak Berkoalisi?

Selain itu, di dinding gudang yang berukuran sekitar 2,5 meter persegi itu juga terlihat sebuah lubang yang diduga bekas tembakan.

Sementara itu seorang karyawan toko yang berada di sekitar lokasi kejadian bernama Paryono (40) menambahkan bahwa penembakan terhadap Herdi dilakukan dari jarak yang cukup dekat.

Namun, saat disinggung mengenai apakah pelaku sempat berbicara terlebih dahulu dengan Herdi atau justru langsung menembaknya sebanyak dua kali, Paryono menyebut tak mengetahui hal itu.

Paryono beralasan kala insiden penembakan itu terjadi dirinya tak melihat kejadian itu lantaran dirinya tengah berada di dalam toko.

“Saya tidak tahu ngobrol dulu atau langsung nembak karena waktu itu saya di dalam toko dan cuma dengar ada dua suara ledakan. Saya kira cuma petasan tapi tiba-tiba ada yang teriak terus rame orang-orang,” ujarnya.

Di ketahui sebelumnya, Herdi Sibolga ditemukan tewas dengan dua luka tembak di bagian kepala dan punggungnya pada Jumat 20 Juli 2018. Lokasi penembakan di Jalan Fajar, Penjaringan, Jakarta Utara.

Polisi masih menyelidiki pelaku penembakan itu. Kesimpulan sementara, peristiwa itu merupakan pembunuhan terencana dan terkait bisnis yang dijalankan korban.

Salah satu alasannya adalah barang-barang milik korban tidak ada yang hilang.

“Barang-barang seperti Tas, Handphone, dompet, jam tidak ada yang hilang, sekarang kami masih mendalami terus,” ujar Knit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Mustakim.