Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni

@Rayapos | Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni berujar mesin politik pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan mati total. Tak ada partai yang akan bergerak kecuali Gerindra.

“Mesin politik Prabowo-Sandi akan mati total. Tidak ada partai kecuali Gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi,” ujar Antoni saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (1/11/2018).

Baca juga:

Sandiaga Ngaku Nemu Tempe Seperti HP Jadul, Ini Maksudnya

Gaji Pilot Lion yang Tewas Rp 3,7 Juta, Pramugari Rp 3,6 Juta

Antoni mengatakan, partai koalisi Prabowo-Sandi mulai tidak serius untuk memenangkan pemilihan presiden 2019.

Menurut pria yang akrab disapa Toni ini, ada beberapa alasannya.

Pertama dilihat dari bagaimana Demokrat yang seperti bermain dua kaki dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur itu.

“Demokrat sudah mengizinkan kadernya untuk main dua kaki,” ucap Toni.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan soal pernyataan Sekjen PAN Eddy Soeparno soal banyaknya caleg yang mengaku tidak bisa mengkampanyekan Prabowo-Sandi di dapilnya. Itu menurut Toni jadi alasan tambahan mengapa mesin politik Prabowo-Sandi bisa mati total.

“Sekjen PAN juga mengakui Caleg mereka tidak mau mengkampanyekan Prabowo-Sandi,” tuturnya.

Pengurus PKS DKI juga sudah bicara potensi matinya mesin politik. Ini terkait kekecewaan PKS soal kursi Wagub DKI sepeninggalan Sandiaga Uno yang digadang akan kembali jatuh ke kader Gerindra.

PSI pun menilai ada indikator lain yang dapat membuat mesin politik penantang Joko Widodo-Ma’ruf Amin tersebut mati. Toni menilai Prabowo tak lagi punya kepercayaan diri besar menghadapi Pilpres.

“Pak Prabowo tidak punya kepercayaan diri lagi nampaknya untuk kampanye ke daerah-daerah,” sebutnya.

Sebelumnya PKS bicara soal potensi matinya mesin partai untuk Prabowo-Sandi andai tak dapat posisi Wakil Gubernur DKI.

Ini lantaran Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik bersikeras memperebutkan kursi Wagub DKI meski PKS mengklaim sudah mendapat komitmen dari Prabowo bahwa PKS mendapat jatah posisi DKI-2 sepeninggalan Sandiaga.

“Jadi mesinnya partai itu kan kader. Kalau kadernya kecewa, dia akan mengekspresikannya berbeda. Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis mesin partai mati, tuh. PKS kan partai kader,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi.

BAGIKAN