Puluhan Ayam di Muara Teweh Mati Mendadak

rayapos.com - Virus Flu Burung - kalkun - Mati mendadak
Flu Burung (Foto: Rayapos.com)

@Rayapos | Muara Teweh: Puluhan ekor ayam kampung yang dipelihara warga di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mati mendadak.

“Dalam sepekan terakhir ayam milik saya mati sebanyak 15 ekor secara bertahap,” ujar seorang warga Jalan Semoga Indah Muara Teweh, Hartoyo, Kamis (26/1).

Menurut Hartoyo, kematian ayam peliharaannya itu membuat warga setempat khawatir terjadi penularan virus flu burung, sehingga pihaknya mengharapkan adanya pemeriksaan dari instansi yang berwenang.

Kematian ayam itu juga dialami tetangga lainnya yang tinggal di Jalan Semoga Indah mencapai 30-an ekor, dengan kondisi badan ayam berwarna kebiruan dan kotorannya cair berwarna.

“Memang matinya ayam ini tidak serentak, namun terjadi selang beberapa hari, kami khawatir hal ini berdampak pada kesehatan,” ucapnya.

Dokter hewan pada Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Barito Utara, Yeni Prahesti mengatakan pihaknya kesulitan memeriksa ayam yang mati milik warga di Jalan Semoga Indah karena sudah dibuang atau dikubur pemiliknya.

“Namun kami tetap melakukan pemeriksaan unggas di daerah tersebut dan telah memeriksa atau uji sampel ayam milik warga yang masih hidup dengan lokasi sama, dengan hasil sementara negatif diperkirakan hanya kena penyakit kolera,” katanya.

Upaya untuk mengantisipasi terjadi kembali mati unggas secara mendadak, pihaknya memberikan obat yang dicampur dengan air untuk disemprot ke kandang warga.

Menurutnya, dalam empat bulan ini, yakni November, Desember, Januari dan Februari merupakan bulan rawan terjadi unggas mati mendadak karena perubahan musim.

“Kami juga meminta kepada warga yang menemukan unggasnya mati mendadak segera memberitahukan kepada kami untuk diperiksa, jangan dibuang ke semak-semak atau sungai karena rentan menimbulkan penyakit yang bisa menular ke unggas lainnya, lebih baik dikubur atau dibakar,” ujarnya pula.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Barito Utara, Indah Utari mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pemantauan di sejumlah tempat untuk memastikan penyebab terjadi unggas mati mendadak di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan, Batu Raya Kecamatan Gunung Timang, dan Sei Rahayu Kecamatan Teweh Tengah.

“Memang saat ini kami fokus di desa karena rawan terjadi penyakit terhadap unggas, namun kenyataannya justru di kota ada laporan unggas yang mati mendadak,” kata Indah.

Dia mengimbau bagi warga pemelihara atau penampung ternak ayam maupun unggas lainnya agar meningkatkan kebersihan kandang dengan jalan menyemprotkan disinfektan (Rodalon) serta memisahkan ternak yang sakit dengan yang sehat.

Comments

comments