Pasar Minggu, Jakarta Selatan

@Rayapos | Jakarta – Satpol PP Kelurahan dan Kecamatan Pasar Mingggu Jakarta Selatan, diduga telah Pungutan Liar (Pungli) terhadap para pedagang siang dan malam yang selama ini berdagang di Pasar Minggu.

Tudingan ini disampaikan, warga yang mengatas namanakan Realitas Channel Menyuarakan Aspirasi Mengungkap Realitas, melalui surat laporan kepada Guhernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejak tanggal 05 November 2018 lalu.

Aliansi warga yang beralamat di JI. Kalibata Pulo RT 008/005 No. 29 Kel. Kalibata, Kec. Pancoran-Jakarta Selatan ini meminta keseriusan Anies Baswedan dalam memberantas praktek pungli yang dilakukan oknum Satpol PP DKI Jakarta.

Dalam surat laporan itu dijelaskan, dugaan adanya pungutan liar atau pungli yang melibatkan pihak ke (3) sebagai eksekutor, dimana pihak ke (3) memungut uang secara langsung kepada para pedagang, sebesar Rp. 10 ribu rupiah untuk pedagang siang dan Rp. 15 ribu rupiah kepada pedagang malam.

“Pungutan liar atau pungli terjadi setiap hari dan di alami secara terus menerus, oleh para pedagang yang berdagang pada siang dan malam hari,” tulis redaksi Realitas Channel dalam surat laporannya.

Mereka menduga selama ini telah terjadi konspirasi dan persekongkolan bersama, yang terjadi secara berjama’ah sistematis dan terorganisir, antara Satpol PP Kelurahan dan Kecamatan Pasar Minggu dan pihak ke (3) sebagai eksekutor.

“Dalam sebulan uang yang terkumpul dari hasil pungutan liar atau pungli mencapai kisaran Rp. 15 juta rupiah, uang sebesar Rp. 15 juta rupiah di bagi menjadi (3), untuk Satpol PP Kelurah dan Kecamatan serta untuk pihak,” terangnya.

Berdasarkan laporan tersebut, warga dan realitas chanel meminta agar Gubernur segera menindaklanjuti pengaduan tersebut, terlebih surat tersebut mengklaim sudah menemukan fakta yang bersifat real dan sangat nyata bahwa ada indikasi Satpol PP Kelurahan dan Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan, telah melakukan melakukan pungutan liar atau pungli dengan meminta jatah upeti setiap hari.

Penarikan pungutan liar itu dilakukan kepada para pedagang siang dan malam yang berdagang di Pasar Minggu, dengan jaminan memberikan rasa aman kepada para pedagang.

“Fakta ini bisa dibuktikan, ada pihak ketiga sebagai eksekutor, ironisnya pihak kelurahan dan kecamatan seperti tutup mata terkait kasus pungli ini,” tutupnya.

BAGIKAN