Puskesmas Pasaman Barat kehabisan stok obat

stok obat-obatan. (Foto: lifestyle.sindonews.com)

@Rayapos.com | Simpang Empat: Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) kehabisan stok obat mengakibatkan sejumlah pasien mengeluh.

“Benar, sejumlah obat dengan item tertentu kehabisan stok. Namun bisa diganti dengan obat yang lain, fungsi sama tapi merk berbeda,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pasaman Barat, Haryunidra di Simpang Empat, Senin.

Ia mencontohkan obat sakit kepala memiliki banyak merk dan ragam. Kalau misalnya pasien biasa mengkonsumsi obat dengan merek A sekarang diberi dengan merek B tapi fungsi sama.

Ia menyebutkan di awal tahun biasanya stok obat sering habis karena beberapa faktor salah satunya proses produksinya dan keterlambatan pendatangannya dari luar negeri.

Namun, kondisi ini tidak akan berlangsung lama, karena diperkirakan April 2017 obat-obat tersebut akan datang.

“Paling lama bulan April 2017 stok obat kita datang. Yang jelas kita akan carikan solusinya. Pasien tidak boleh terlantar karena stok obat mandek. Karena carikan terus solusinya,” ujarnya.

Salah seorang pasien yang berobat ke Puskesmas Aia Gadang, Eni mengatakan obat yang diberikan oleh puskesmas tidak sama ketika dia berobat beberapa waktu yang lalu, padahal dengan penyakit yang sama.

“Mereka bilang obat merek itu belum datang. Padahal saya cocoknya dengan obat yang merek itu,” katanya.

Ia berharap, stok obat untuk puskesmas bisa secepatnya datang sehingga pasien tidak perlu kecewa lagi jika berobat ke puskesmas. Apalagi, puskesmas sebagai tempat berobat yang pertama sekali bagi masyarakat yang ada di nagari.

Salah seorang tenaga kesehatan di salah satu puskesmas yang tidak mau disebutkan namanya, stok obat habis karena pasien yang berobat ke puskesmas juga naik drastis.

Biasanya pasien berobat hanya 25 orang per hari, sekarang bisa naik mencapai 50 orang. Dengan bertambahnya pasien obat juga cepat habis. [Antara]

Comments

comments