Rahang Sopir Taksi Online Remuk, Tewas Dirampok

Fitriani, isteri korban. Foto: Ist

@Rayapos | Palembang – Kerangka yang diduga Sofyan (43), sopir taksi online korban perampokan, kini diotopsi di RS Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan. Kondisinya parah.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal di kerangka yang diduga sopir taksi online itu, ditemukan beberapa luka bekas benda tumpul.

Terutama adanya retak di bagian tempurung kepala bagian belakang. Juga, rahang sebelah kiri yang remuk hancur.

“Diduga itu disebabkan pukulan benda tumpul yang sangat keras. Sehingga tempurung kepala dan rahang kiri remuk,” kata Zulkarnain, Rabu (14/11/2018).

Zulkarnain mengatakan, temuan itu sangat berbeda dengan pengakuan tersangka Ridwan (45) yang kini telah ditangkap petugas.

Ridwan mengaku, korban hanya dijerat menggunakan tali. Sementara, tangan dan kaki Sofyan dipegang oleh tiga pelaku lain.

“Ini memang sangat berbeda dari keterangan tersangka Ridwan, nanti hasil otopsi akan dicocokkan lagi bagaimana cara pelaku menghabisi nyawa korban,” ujarnya.

Dia melanjutkan, meskipun baru 15 hari tewas, namun jenazah Sofyan sudah tinggal tulang tanpa proses pembusukan.

Menurutnya, hal itu bisa saja terjadi lantaran tubuh korban dibuang di alam terbuka.

“Bisa saja dimakan binatang buas, karena korban dibuang di alam terbuka, jadi tidak melalui proses pembusukan. Dugaannya seperti itu menurut dokter forensik. Namun kita akan tetap melakukan tes DNA terlebih dahulu untuk dicocokkan dengan keluarga korban,” kata dia.

Baca Juga:

Gambar Porno Grace Natalie, PSI Laporkan Akun Sosmed Penyebarnya

Gembong Warsono: Kajian Skybridge Tanah Abang Tak Matang

Titiek akan Teruskan Program Pak Harto Jika Prabowo Jadi Presiden

Isteri Korban Jenguk di Kamar Jenazah

Saat jenazah Sofyan akan dibawa ke RS Bhayangkara, para sopir taksi online berdatangan ke sana. Mereka hendak memberikan penghormatan kepada Sofyan yang tewas akibat dirampok.

Di antara kerumunan, tampak seorang wanita berkerudung ungu berdiri dengan terlihat cemas untuk menanti kedatangan Sofyan.

Tak ada satu kata pun terucap dari bibir wanita yang kemudian diketahui bernama Fitriani (32) istri Sofyan itu.

Roni, ayah Sofyan yang berkursi roda pun terlihat tabah sembari menanti kedatangan jenazah yang dibawa oleh anggota Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumaera Selatan.

Tepat pukul 00.00 WIB, mobil Toyota Avanza warna hitam melintas cepat dan langsung menuju ke ruang kamar jenazah rumah sakit.

Diketahui jika di dalam mobil terdapat Sofyan yang tinggal tulang dibungkus dalam kantong mayat bewarna kuning.

Ketika jenazah diturunkan, Fitriani masih terus mencoba tabah dan hanya berdiri diam.

“Sabar ya, mohon jalannya dibuka dulu,” kata petugas kamar jenazah rumah sakit.

Hanya beberapa menit setelah jenazah dimasukkan ke dalam ruangan, seorang petugas pun memberikan arahan kepada para keluarga, istri serta rekan korban agar tidak dulu masuk.

Mendengar itu, Fitriani diam mendengarkan penjelasan petugas medis.

“Setelah besok pagi ada izin untuk tes DNA dari para keluarga, agar temuan tulang itu dicocokkan terlebih dahulu,” kata petugas.

Mengetahui pihak keluarga belum diperbolehkan melihat jenazah, mereka pun langsung pulang.

Ketua Persatuan Driver Online Sumatera Selatan (PDOS) Edo mengatakan, sejak Sofyan hilang seluruh para sopir taksi online selalu memberikan dukungan kepada keluarga.

Bahkan, komunitas yang diikuti Sofyan ini turut menyisir seluruh lokasi yang diduga menjadi tempat rawan.

“Keluarga harus kami berikan dukungan, dihibur. Istri korban syok. Suaminya ditemukan hanya tinggal tulang,” kata Edo. (*)

BAGIKAN