Rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. (FOTO: viva)

@Rayapos | Jakarta – DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terkait rencana Raperda Pembangungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2022.

Diawali Fraksi partai Nasdem yang dibacakan Ketua fraksi yakni Bestari Barus, Senin, (2/4/2018) di Kebon Sirih, Jakarta pusat.

Disampaikan Bestari ada beberapa poin yang menjadi perhatian partainya. Pertama mengenai pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan mencapai angka 7 persen pada tahun 2022 dan tentang pengendalian laju inflasi pada kisaran angka 3,4 persen pada tahun 2022.

Fraksi Nasdem menemukan data dari pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi dari target pemerintah pusat yang berkisar 5,4 persen dari tahun ke tahun.

“Hal ini di pengaruhi ketidakpastian harga minyak dunia yang terus merangkak naik, dan tekanan rupiah terhadap dolar As,” kata Bestari

Menurutnya hal itu merupakan siklikalitas yang sulit dihindari ketika barang dan jasa serta harganya fluktuatif. Selain itu, masalah politik global juga di beberapa kawasan juga perlu diperhatikan.

“Ini membuat investor wait and see atau menunda investasinya di Indonesia;” ungkapnya

Oleh karena itu, kata Bestari, hal-hal tersebut juga berpengaruh terhadap asumsi target pertumbuhan ekonomi Jakarta sebagai pusat perekohomian global.

Berkaitan dengan hal ini Fraksi Nasdem pun meminta penjelasan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar proyeksi maksimal angka pertumbuhan ekonomi dapat diwujudkan.

Kedua, mengenai APBD Provinsi DKI Jakarta yang diproyeksikan mencapai angka Rp. 115, 16 Triliun pada tahun 2022.

Fraksi Nasdem pun melihat, adanya optimisme yang cukup besar dengan angka yang dipatok meningkat kurang lebih 36,40 persen.

Diakui mantan aktifis KNPI ini, fraksinya mengapresiasi proyeksi tersebut. Kendati demikian, dia menyarankan agar pemerintah provinsi mengkaji lebih dalam lagi.

“Agar angka optimisme tersebut tersebut linier dengan angka besaran pertumbuhan ekonomi yang direncanakan dan sedapat mungkin melihat kemampuan masyarakat dalam membayar pajak,” pungkasnya.