FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA

@Rayapos | Jakarta – Ratusan massa Gerakan Pemuda Jakarta (GPJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2016). Mereka meminta Gubernur DKI Anies Baswedan menolak M. Taufik jika dicalonkan sebagai wakil Gubernur.

Koordinator GPJ Ainun Najib, mengatakan jika ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu dijadikan sebagai kandidat wagub, sama saja mengembalikan kebobrokan sejarah pemerintahan pemprov DKI.

Sebab diketahui Taufik pernah terlibat kasus korupsi pengadaan alat kampanye senilai Rp 4,2 milliar di tahun 2004.

“Kita ketahui bersama 2004 silam M. Taufik menjadi napi mendekam dipenjara karena kasus korupsi tidak menutup kemungkinan kasus ini terulang bila Taufik maju lagi,” kata Ainun.

Padahal diketahui polemik perebutan kursi DKI II antara Gerindra dan PKS sudah berakhir, sebab kedua partai pemenang Pilkada DKI tahun 2017 ini telah sepakat jika jatah kursi wagub milik PKS.

Namun, dikatakan Ainun, kesepakatan itu belum memiliki kepastian. Menurutnya masih ada kemungkinan partai Gerindra mendorong Taufik sebagai calon wakil Gubernur.

“Soalnya sampai sekarang belum ada kejelasan yang tertulis bahwa PKS yang dipilih. Itu nama saja belom disodorkan hanya sebatas desas-desus,” terangnya.

Dia berharap, Anies berani menunjukan taringnya untuk menentukan wagub yang serupa dengan sosok Sandiaga Uno.

“Harapan kita tetap pilih modelnya kaya sandiaga karena satu cerdas bersahbat religius yang pasti tidak ada gertakan,” tandasnya.

Dari pantauan Rayapos, tidak puas menggelar aksi di depan Balai Kota, massa GPJ melanjutkan aksi unjuk rasa di depan gerbang gedung DPRD di jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

BAGIKAN