Ruko di Pulau D Reklamasi Teluk Jakarta (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta telah mencabut segel bangunan milik PT Kapuk Niaga Indah yang berdiri diatas pulau reklamasi D teluk Jakarta.

Dari penelusuran Rayapos pada Minggu sore (2/12/2018), sejumlah segel tersebut sudah dicopot, termasuk spanduk ukuran besar yang berada di atas taman tersebut.

Spanduk yang berbunyi lokasi ini sudah ditutup kini sudah tidak ada lagi.

Baca juga:

Reuni 212 Disebut Kampanye? Slamet Ma’arif Buat Penjelasan Begini

VIDEO: Lihat Lagi, Ceramah Habib Rizieq Serukan Ganti Presiden di Reuni 212

Seorang petugas keamanan mengaku tidak tahu menahu soal adanya segel tersebut. Dia mengatakan sejak dirinya bertugas di pulau imitasi tersebut, segel yang dimaksud memang sudah tidak ada.

“Tidak ada segel apa-apa dari awal kami disini,” ucap salah seorang satpam berseragam biru.

Akses masuk menuju pulau dari jembatan juga kini terbuka, ada banyak pengendara motor yang masuk untuk sekedar berfoto atau melihat pemandngan dari atas jembatan menuju taman.

Namun memasuki kawasan perumahan, akses jalan disitu masih ditutup dengan pagar seng yang dibuat tinggi ke atas.

Dari atas jembatan juga hisa disaksikan adanya alat berat berupa eksavator yang masih bekerja. Tak jelas apa yang sedang dikerjakan, namun masih ada aktifitas pekerja di kawasan itu.

Ruko di Pulau D Reklamasi Teluk Jakarta (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)
Ruko di Pulau D Reklamasi Teluk Jakarta (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

Sebelumnya ada sekitar 932 bangunan di Pulau D yang disegel lantaran tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Segel tersebut berwarna merah dari Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan bertuliskan bangunan ini didegel karena melanggar peraturan daerah, diantaranya Peraturan Daerah Nomor: 1 Tahun 2014, Peraturan Daerah Nomor: 7 Tahun 2010 dan Peraturan Gubernur Nomor: 128 Tahun 2012.

Selain sejumlah bangunan ruko dan perkantoran, pada 7 Juni 2018 ratusan petugas dari Satpol PP yang juga dihadirkan langsung oleh Gubernur Anies Baswedan, memasang spanduk berukuran sekitar 3 X 5 meter di atas taman pulau D. Tepatnya di taman setelah jembatan Pantai Indah Kapuk (PiK) 2 yang menjadi jembatan penghubung menuju pulau D.

 

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Rayapos, pencabutan segel di pulau imitasi ini bukan dilakukan oleh Satpol PP DKI Jakarta, akan tetapi pencopotan segel dilakukan oleh Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan pada hari Jumat (23/11/2018).

Pencopotan segel itu dilakukan lantaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemprov DKI telah mengeluarkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) di sejumlah bangunan yang berdiri diatas pulau reklamasi C dan D. Alasannya karena pengembang di kedua pulau itu telah mengantongi HGB.

Namun kepala dinas DPM-PTSP DPM-PTSP) Pemprov DKI Jakarta, Edy Junaedi, membantah jika pihaknya telah mengeluarkan IMB kepada pengembang pemilik bangunan yang berdiri diatas pulau reklamasi C dan D.

“Belum (dikeluarkan IMB nya),” ujar Edy saat dihubungi Rayapos, Senin (26/11/2018).

Begitu juga dengan pihak Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan dan PT Kapun Niaga Indah, hingga berita ini diturunkan keduanya belum memberikan keterangan resmi. Namun diketahui, Pemprov DKI melalui Sekretaris Daerah (Saefullah) sudah ada perjanjian kerjasama dengan PT Kapuk Niaga Indah selama 30 tahun. Perjanjian itu diteken pada hulan agustus 2017. Tapi apa isi perjanjian itu juga belum diketahui.

BAGIKAN