Rektor dicopot, Senat UNJ akan tempuh jalur hukum

@Rayapos.com | Jakarta: Senat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) siap menempuh jalur hukum terkait  pencopotan  Rektor  UNJ Profesor Djaali oleh Kemenristekdikti.

Dalam keterangan pers yang diterima media, Rabu (27/9/20170, Senat UNJ membeberkan kinerja  Profesor Djaali sejak tahun 2014 lalu. Senat menilai, sejak dipimpin Prof. Djaali, UNJ banyak mencapai kemajuan  di bidang akademik, sarana prasarana, tata kelola keuangan dan kemahasiswaan.

Selain itu, pemeringkatan Kemristekdikti tiga tahun terakhir menunjukan peringkat UNJ mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, UNJ berada diperingkat 60, tahun 2016 berada diposisi 24 dan tahun ini berada diperingkat 26.

Senat UNJ mengaku keberatan dengan hasil  evaluasi yang dilakukan oleh Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemristekdikti. Pasalnya,  evaluasi tersebut belum terverifikasi kebenaranya namun sudah beredar di publik.

Baca juga : Terseret kasus plagiasi desertasi, Rektor UNJ dicopot

Menurut  Senat, seharusnya, dokumen hasil evaluasi tersebut bersifat rahasia dan tidak untuk dipublikasikan.

Atas kasus itu, Senat UNJ akan menuntut balik atas tersebarnya dokumen rahasia tersebut.

“Oleh karena itu, Senat UNJ menyepakati untuk siap menempuh jalur hukum demi memulihkan nama baik UNJ,” demikian bunyi poin satu dalam pernyataan sikap Senat UNJ.

Sementara terkait dugaan maraknya plagiarisme di kampus tersebut, Senat UNJ meminta kepada Kemristekdikti untuk melakukan pembinaan kepada UNJ yang lebih objektif dan akademik.

“Senat UNJ siap mendukung langkah-langkah Pascasarjana dalam hal menyiapkan dan melakukan proses pembuktian untuk mengklarifikasi dugaan terjadinya pelanggaran akademik di Pascasarjana UNJ,” demikian bunyi poin kedua dalam surat pernyataan sikap Senat UNJ.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir  mencopot Rektor Universitas Negeri Prof Djaali karena banyaknya kasus  plagiasi yang terjadi di kampus tersebut.

Menristekdikti juga telah menunjuk Direktur Jenderal Pembelajaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Prof Intan Ahmad, sebagai pelaksana harian.