Retno Marsudi : 35,10 persen diplomat Indonesia adalah perempuan

Menlu Retno Marsudi bersama para srikandi Kemlu di Gd. Pancasila sambut hari Kartini, 21-4-2017 (FOTO: Kemlu RI)

@Rayapos.com|Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak  Wakil Menlu AM Fachir dan seluruh jajaran pegawai Kemlu untuk mengenang perjuangan  pahlawan nasional wanita Indonesia RA Kartini secara khusus dan meriah, Jum’at (21/4/2017).

Menlu, Wamenlu dan para karyawan Kementerian Luar Negeri terlihat mengenakan aneka pakaian daerah di Indonesia.

Menlu dan Wamenlu bersama jajaran pegawai Kemlu merayakan Hari Kartini (FOTO: Kemlu RI)
Menlu dan Wamenlu bersama jajaran pegawai Kemlu merayakan Hari Kartini (FOTO: Kemlu RI)

Di momen istimewa bagi perempuan Indonesia ini, Menlu bahkan mengumpulkan dengan srikandi-srikandi Kemlu, Menlu Retno membahas pemberdayaan nilai-nilai perempuan terutama dalam dunia diplomasi.

Menlu menyebutkan sebanyak 35,10% diplomat Indonesia ialah kaum perempuan.

“Kaum perempuan menjadi benteng diplomasi Indonesia,” ujar Menlu seperti dikutip dari akun twitter Kemlu RI, Jumat (21/4/2017).

Menlu Retno Marsudi  bertemu dengan srikandi-srikandi Kemlu membahas pemberdayaan nilai-nilai perempuan terutama dalam dunia diplomasi ( FOTO: Kemlu RI)
Menlu Retno Marsudi bertemu dengan srikandi-srikandi Kemlu membahas pemberdayaan nilai-nilai perempuan terutama dalam dunia diplomasi ( FOTO: Kemlu RI)

Bukan itu saja, Menlu Retno Marsudi secara pribadi mengaku begitu merasakan  peran penting  RA Kartini  bagi kemajuan  semua perempuan Indonesia sebagai penerus perjuangan cita-citanya.

Melalui akun YouTube Kemlu TV, Menlu Retno  menyampaikan pesan untuk menandai secara khusus peringatan hari lahir RA Kartini.

Menlu bercerita, beberapa hari lalu ia diminta untuk membaca salah satu surat dari Kartini yang ditulis pada 1902. Surat itu, kata Retno, menceritakan keinginan Kartini pergi belajar ke Belanda agar saat kembali ke Tanah Air, Kartini bisa membawa ilmu itu untuk mencerdaskan kehidupan bangsanya. Sayangnya, keinginan Kartini tersebut tidak pernah terwujud hingga akhir hayatnya.

“Saya sebagai penerus Kartini merasa bangga. Dengan semangat yang dibawa Kartini, kebetulan saya mendapatkan kesempatan bersekolah di Belanda. Dan sebagai diplomat, saya dua kali diberi kesempatan bertugas di KBRI Den Haag. Dan yang terakhir adalah saya menjadi duta besar perempuan yang pertama di Belanda,” ujar Retno.

Wanita asli Semarang itu menambahkan, jika menelaah isi surat-surat Kartini kepada para sahabatnya, maka pesan-pesan yang ditulis ratusan tahun lalu itu kini masih relevan. Misalnya, ujar Retno, pesan mengenai masalah perpajakan, kebhinekaan, bahayanya narkoba dan hal lainnya.

“Itu mencerminkan kecerdasan seorang perempuan Indonesia, Raden Ajeng Kartini,” imbuh Retno.

Tak lupa, Menlu Retno pun mengucapkan selamat memepringati hari lahir Raden Ajeng Kartini kepada seluruh perempuan Indonesia.

“Semoga semangat kemajuan dan kecerdasan yang dibawa oleh Raden Ajeng Kartini dapat dibawa dan diteruskan oleh seluruh perempuan Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebuah negara yang lebih baik bagi semua,” pungkasnya.

Comments

comments