Rini Soemarno: Intuisi Bisnis Pemimpin BUMN Harus Tajam

@Rayapos | Jakarta: Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan para direksi perusahaan milik negara harus memiliki intuisi bisnis yang tajam dan pro kerakyatan, serta berwawasan global sehingga bisa mendongkrak kinerja BUMN dalam menyokong roda perekonomian nasional.

“Kepemimpinan merupakan aspek yang sangat vital dan berperan strategis dalam suatu organisasi,” kata Rini, saat memberikan pengarahan pada acara Executive Leadership Program (ELP) bagi sekitar 600 direksi BUMN, di Gedung Pertamina, Jakarta, Rabu (25/1).

Sebelumnya Rini bersama dengan sekitar 600 pejabat BUMN tersebut diterima Presiden Joko Widodo, di Istana Negara untuk mendapatkan pengarahan terkait kepemimpinan.

Rini menjelaskan, mengatakan ELP diadakan untuk menjawab tantangan pemimpin BUMN masa depan yang berintegritas, profesional, dan visioner.

Mengusung tajuk “Creating Global Leaders For Globalized SOEs!”, ELP bertujuan untuk meningkatkan daya saing BUMN melalui pengembangan sinergi antarBUMN sehingga memperkuat efektivitas kepemimpinan yang berkesinambungan dalam menghadapi kompetisi global.

Program ini, sangat penting dalam meningkatkan peran BUMN fungsinya sebagai agen pembangunan dan penciptaan nilai, juga sebagai program pembekalan bagi direksi BUMN dalam rangka menghadapi holdingisasi dan persaingan global.

Ia menekan pentingnya sinergi 118 BUMN yang bergerak pada 13 sektor industri demi mendorong pembangunan terintegrasi dan mengakselerasi pembangunan proyek-proyek strategis nasional.

Kinerja membaik Pada kesempatan yang sama, Rini memaparkan sejumlah capaian yang diraih BUMN sepanjang 2016. Total aset BUMN pada tahun 2016 mencapai Rp6.325 triliun meningkat sebesar 9,8 persen dibandingkan tahun 2015.

“Kenaikan aset ini antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya investasi BUMN yang salah satunya dibiayai dengan tambahan penyertaan modal negara (PMN),” katanya.

Menurut Rini, kondisi perekonomian Indonesia yang semakin membaik mulai kuartal kedua 2016, berdampak pada meningkatnya pendapatan BUMN sebesar 6 persen dibandingkan tahun 2015.

Begitu pula Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation And Amortization (EBITDA) dan Laba Bersih yang mengalami peningkatan masing-masing sebesar 11 persen dan 10 persen.

Pendapatan BUMN yang meningkat pada tahun 2016, total kerugian BUMN pada tahun 2016 turun sangat signifikan dari Rp11 triliun menjadi Rp6 triliun dengan jumlah BUMN rugi dari 21 menjadi 15 BUMN.

“Dengan kinerja BUMN yang semakin membaik tersebut, saya berharap ELP ini dapat dijadikan ajang memacu kinerja BUMN menjadi perusahaan kelas dunia,” tuturnya. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY