@Rayapos | Jakarta – Dunia teknologi terus berkembang tanpa batasan dimensi. Setelah tercipta mobil yang tidak menggunakan supir dan pesawat tidak berpilot, kini tersiar kabar akan diproduksi kapal autonomous (kapal tanpa nahkoda).

Adalah dua perusahaan yang berambisi untuk mewujudkannya, yakni Rolls-Royce dan Intel. Mereka bergabung dalam mengembangkan sistem yang lebih efisien di dunia maritim.

Selain lebih efisien, sistem otonom pada kapal tanpa nahkoda yang dikembangkan diklaim dapat meningkatkan masalah keamanan. Pasalnya, kapal ini sudah terintegrasi antar sistem.

Untuk mewujudkan ambisi dalam kendaraan otonom, intel telah menghabiskan banyak dana. Teknologi navigasi yang dapat ditemukan di dalam drone, taksi terbang, dan robot keamanan tercatat memakan biaya yang super besar.

Baca Juga:

Terungkap, Begini Konsep iPhone Lipat

Alami Gangguan, Youtube Tak Bisa Diakses

Winamp Bangkit Kembali, Ini Kelebihannya..

Bahkan pada tahun lalu, perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California, Amerika Serikat ini tercatat menginvestasikan USD15 miliar atau Rp227 triliun pada perusahaan teknologi sistem otonom (driveless) asal Israel, Mobileye.

Rolls-Royce juga membuat langkah yang cukup besar terkait dengan sistem pengiriman otonom. Perusahaan tersebut mulai serius mengembangkan kapal kargo robot pada tahun 2014.

Sementara Rolls-Royce bermitra dengan European Space Agency (ESA) untuk mengembangkan sistem satelit yang dapat mendukung komunikasi kapal ke kapal. Perusahaan itu menguji sistem Intelligent Awareness (IA) di kapal yang beroperasi di perairan Jepang.

Sebagaimana dilansir laman Hitekno, Jumat (19/10/2018), sistem ini nantinya memproses data dari radar, kamera termal, kamera HD, satelit, dan prakiraan cuaca sehingga kapal dapat mendeteksi kondisi lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak Rolls-Royce, sistem IA diujicobakan pertama kali pada waktu malam di Jepang tepatnya pada kapal feri berpenumpang sepanjang 165 meter.