@Rayapos | Valencia – Valentino Rossi mengaku puas dengan performa mesin baru Yamaha. Pernyataan tersebut disampaikannya setelah menjalani uji coba pascamusim MotoGP Valencia, Spanyol, Selasa (20/11/2018).

Pada tes hari pertama ini, Rossi harus puas berada diposisi ketiga. Sementara kompatriotnya, Maverick Vinales justru menorehkan hasil terbaik dengan finis pertama. The Doctor menyebut mesin terbaru ini lebih mulus dan lembut, meski memasuki tikungan.

“Pada intinya, ini hari yang positif. Kami tak punya banyak waktu, tapi saya bisa menjalani 40 lap dan melakukan tugas terpenting, yakni membandingkan mesin,” jelas Rossi, sebagaimana dilansir laman Crash, Rabu (21/11/2018).

“Kami punya satu mesin evolusi yang sudah kami coba di tengah musim, dan kami membandingkannya dengan mesin standar.”

Menurut juara dunia tujuh kali ini, karakter mesin yang lebih lembut ini memperbaiki engine braking M1 hingga mengurangi beban pada ban dan mempermudah dirinya masuk ke tikungan.

“Mesin ini tak buruk, karena mengurangi beban pada ban. Kami selalu kesulitan soal degradasi ban, jadi kami coba membuat mesin yang lebih mulus, lebih lembut demi mengurangi beban pada ban,” ujarnya.

Baca Juga:

Rossi Gandeng Pacarnya di FIM MotoGP Awards 2018

Everton Soares Jadi Rebutan Duo Manchester

Mbappe dan Neymar Cedera, PSG Merana

“Mesin baru ini juga mengubah engine brake saat masuk tikungan. Ini bantuan kecil, karena jadi mudah untuk berkendara dan bisa lebih konstan. Akselerasinya juga kurang lebih sama. Karakter lembut bisa mengurangi spin, dan ini sungguh membantu.”

Senada dengan Rossi, Vinales juga sumringah mendapat mesin baru ini. Rider yang dijuluki Top Gun ini mengaku langsung merasa nyaman ketika masuk tikungan. Engine braking pada mesin baru kini lebih cocok dengan keinginannya.

“Saya langsung merasa sangat nyaman sejak pertama kali keluar dari garasi. Jelas kami melakukan progres yang signifikan. Kami menjajal mesin yang selangkah lebih baik,” tuturnya.

“Kami memang masih harus mencari setup yang tepat untuk akselerasi, karena mesin baru kami terlalu berbeda dari yang saya kendarai selama 2018.”