Rumah yang nyaris roboh di Pademangan, Jakarta Utara

@Rayapos | Jakarta – Sebanyak tiga rumah warga di Pademangan, Jakarta Utara, ambles akibat dampak pengerjaan proyek normalisasi anak Kali Ciliwung. Kondisi rumah yang membahayakan untuk ditinggali, membuat petugas mengungsikan warga ke tempat pengungsian sementara.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Senin, 19 November 2018, tiga rumah ambles bahkan nyaris ambruk akibat tergerus dampak dari pengerjaaan proyek normalisasi anak Kali Ciliwung.

Baca juga:

MNC Kembali Hadirkan Sinetron “Misteri Gunung Merapi”

Pria Tergerebek bersama Angel, Pesinetron Ini…

Pihak Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara telah berupaya melakukan penguatan dinding kali untuk menahan longsor.

Sebanyak 21 jiwa warga di kawasan tersebut diungsikan sementara ke tenda yang dibangun pihak Kelurahan Ancol. Warga berharap pengerjaan penguatan dinding kali cepat selesai, agar mereka tidak perlu lama berada di pengungsian.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meninjau permukiman warga di bantaran kali itu. Dia berjanji sementara akan membangun kembali rumah tersebut di lokasi yang sama.

Anies menyampaikan pernyataan tersebut saat meninjau lokasi di RT 01/RW 08, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (20/11/2018).

“Jadi tadi kita barusan meninjau longsoran yang terjadi di sini. Setelah kita periksa memang peristiwanya sudah terjadi beberapa tahap. Jadi penyebabnya dan lain-lain nanti secara teknis dikaji, tapi yang kita butuhkan sekarang adalah langkah ke depannya. Nomor satu adalah ada 8 KK yang tinggal di sini yang rumahnya sekarang menjadi tidak aman. Mereka mengungsi, kita akan segera bangunkan kembali rumahnya supaya mereka bisa menempati tempat yang sama,” kata Anies.

Anies mengatakan, saat ini dinding penahan tanah sepanjang sekitar 80 meter sedang dibangun. Dia menargetkan dinding ini bisa selesai dalam jangka waktu dua minggu ke depan.

“Tadi di lapangan kita lihat bahwa posisi dinding sekarang itu saja itu sudah lebih maju hampir 3 meter dari dinding lama yang terbuat dari batu bata. Jadi kalau Anda lihat itu terlihat artinya memang sudah mengalami penyempitan. Nah pembangunan ini tuntas mudah-mudahan 2 minggu sesudah itu pengerasan dan insyaallah daerah ini aman,” ucapnya.

Anies mengatakan, dia akan menghadirkan ahli ke lokasi untuk memeriksa kondisi tanah sepanjang aliran sungai. Dia melihat kondisi saluran air di wilayah ini cukup semrawut sehingga bisa membahayakan ke depan.

“Bahkan ini tempat yang kejadian ini di sampingnya ada saluran air yang tidak memiliki muara. Saya baru bicarakan sama pak RT. Nggak bisa didiamkan begitu karena ini sedikit demi sedikit menggerogoti tanah yang ada di sekitar situ dan efeknya kejadian-kejadian seperti ini,” ucapnya.

“Itu di samping-samping itu, banyak sekali tempat yang sesungguhnya itu tempat aliran air tetapi tidak ada pipanya, saluran yang jelas sehingga ada penggerusan yang berjalan jangka panjang. nah ini nanti akan diperiksa semuanya, yang perlu diperbaiki akan kita perbaiki,” sambung Anies.

Anies berjanji akan menuntaskan persoalan rumah ambles di wilayah Pademangan tersebut. Dia berjanji warga yang rumahnya ambles akan terbangun dan bisa ditempati pertengahan Desember ini.