CEO Lippo Group, James Riady

@Rayapos | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah CEO Lippo Group, James Riady. Penggeledahan ini masih terkait dengan kasus suap yang membelit salah satu unit bisnis Lippo Group, Meikarta.

“Setelah lakukan penggeledahan di 5 lokasi sejak Rabu siang sampai tengah malam tadi, penyidik melanjutkan kegiatan tersebut ke 5 tempat lain hingga pagi ini,” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah lewat keterangan tertulisnya (18/10/2018).

Baca juga:

Gedung DPR Dipasangi Kaca Anti Peluru, Begini Tanggapan Polisi

Viral, Ahok Menghina James Riady dan Billiy Sindoro, Begini Penjelasan Tim BTP

Empat lokasi lainnya yang digeledah adalah, Apartemen Trivium Terrace, Lippo Cikarang, Jawa Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.

Penggeledahan dilakukan sejak malam tadi dan hingga pagi ini masih terus dilakukan.

“Total lokasi penggeledahan sejak kemarin siang hingga pagi ini di 10 lokasi di Tangerang dan Bekasi,” kata Febri.

James Riady adalah anak dari Mochtar Riady, pendiri Lippo Group. Menurut majalah Forbes, kekayaan James Riady beserta keluarga ditaksir senilai 1,87 miliar dolar AS dan masuk dalam jajaran 10 orang terkaya di Indonesia pada 2016.

Sebelumnya (17/10/2018) dari siang hingga malam KPK juga melakukan penggeledahan di 5 lokasi sekaligus.

Lima lokasi itu antara lain, kantor Lippo Group di Menara Matahari, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten; Rumah dinas Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasannah Yasin; Rumah tersangka Billy Sindoro; dan Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi.

Dari kelima lokasi tersebut KPK menyita sejumlah dokumen terkait perizinan oleh Lippo ke Pemkab Bekasi, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik seperti komputer, dan lain-lain.

KPK sendiri telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan perizinan proyek Meikarta. Penetapan 9 tersangka itu dilakukan setelah KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan sejak 14 sampai 15 Oktober 2018.

Meikarta dimiliki Lippo Group yang merupakan kerja sama dua anak perusahaanya yakni PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

Proyek senilai Rp278 triliun itu adalah milik PT Mahkota Sentosa Utama yang sepenuhnya merupakan anak usaha dari PT LPCK. Ada pun PT LPKR menguasai saham PT LPCK mencapai 54 persen.

BAGIKAN