Calon Waki Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno ( ANTARA FOTO/Kahfie kamaru)

@Rayapos | Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno berjanji bakal menggratiskan ruas jalan tol jika ia dan calon presiden Prabowo Subianto terpilih. Namun ia tetap memperhitungkan skema yang sesuai peraturan.

“Iya (akan menggratiskan tol lama) tentunya dengan skema yang betul,” kata Sandiaga ditemui usai berkampanye di Kantor Soneta Records, Minggu (28/10/2018).

Sandiaga mengatakan perusahaan jalan tol bisa memperhitungkan pendapatan dari tol yang sudah dibangun puluhan tahun lalu.

Baca juga:

Taufik Kurniawan Diduga Terima Suap Rp 3,6 Miliar

Pakar Aviasi Inggris Ungkap Masalah Mekanis di Pesawat JT-610

Jika modal pembangunan sudah kembali, Sandiaga meminta agar tol bisa digratiskan.

“Ada jalan tol lain yang sudah dibangun puluhan tahun di tempat lain yang menurut perhitungan dari beberapa pengamat sudah balik modal tiga kali, itu layak juga digratiskan,” kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, tol yang bisa digratiskan yang berusia di atas 30 tahun.

Ini bakal meringankan beban hidup masyarakat, yang kata Sandiaga saat ini mengeluhkan mahalnya tarif jalan tol.

“Untuk tol-tol yang baru memang harus dikenakan tarif. Tapi untuk yang sudah balik modal 30 tahun, sesuai dengan bisnis returnnya atau keuntungannya sudah didapat mungkin layak digratiskan,” kata Sandiaga.

Sejauh ini, belum ada jalan tol yang digratiskan oleh pemerintah. Hal tersebut mengingat konsesi jalan tol yang diberikan ke operator belum ada yang selesai atau habis.

Adapun jalan tol Jagorawi yang pertama sekali dioperasikan di Indonesia baru akan selesai konsesinya pada tahun 2045. Perhitungan konsesi dimulai tahun 2005 lantaran Jasa Marga selaku operator baru berubah status menjadi badan usaha sejak 2005.

Sementara jalan tol pertama yang akan habis masa konsesinya di Indonesia adalah tol Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Pluit (27,05 km). Tol yang dioperatori oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada tersebut akan habis masa konsesinya pada 1 April 2025.

Pembebasan tarif jalan tol sendiri bisa dilakukan jika masa konsesi tol sudah habis. Nantinya investor tol akan mengembalikan jalan yang menjadi aset negara itu kepada pemerintah.

Namun hal itu belum menjamin tarif tol akan digratiskan. Ada beberapa kemungkinan yang bisa dilakukan oleh pemerintah.

Pertama, setelah investor mengembalikan konsesinya ke pemerintah, maka pemerintah bisa mengambil alih dengan melakukan perawatan dengan dana sendiri sehingga tidak ada pengenaan tarif tol alias gratis, ataupun jika dikenakan tarif maka dengan biaya murah.

Kedua, pemerintah bisa menjualnya kembali ke swasta dengan harapan bisa mendapatkan dana segar untuk bisa digunakan membangun tol baru di lokasi lain. Namun langkah ini membawa konsekuensi tarif tol akan sulit digratiskan, sehingga akan dikenakan tarif secara normal.

BAGIKAN