SAR Kutacane Alami Kendala Cari Jenazah

@Rayapos | Kutacane: Tim gabungan SAR Kutacane, Aceh Tenggara, Provinsi Aceh mengaku kembali mengalami kendala dalam pencarian tiga orang korban hilang, dan dua diantaranya dilaporkan telah menjadi jenazah.

Koordinator Pos SAR Kutacane, Risky Hidayat di Kutacane, Aceh Tenggara, Jumat, mengatakan, tim gabungan yang diberangkatkan Senin (23/1), ke lereng pegunungan Perkison sampai saat ini belum bisa berkomunikasi.

“Posko kita, masih belum tersambung dengan tim SAR dari lapangan. Tapi, kita yakini mereka masih berupaya naik ke tempat lebih tinggi untuk membuka akses komunikasi,” bebernya.

Ia mengaku, pembukaan akses yang berada di wilayah pengunungan tersebut dimaksudkan juga, agar bisa terlihat dari pantauan udara dan mengatisipasi kemungkinan evakuasi korban.

Tim SAR melalui jalur darat akan menembang beberapa pohon rimbun, sehingga tidak menghalangi penglihatan, jika evakuasi terhadap dua orang jenazah dan satu korban kritis menggunakan helikopter.

Seperti dilaporkan, Senin (23/1), delapan orang warga telah menemukan tiga orang korban hilang di kawasan pengunungan Perkison yang berprofesi sebagai pencari kayu gaharu.

Dua diantaranya telah meninggal dunia yakni Munjir (33) asal dari Banda Aceh, dan Sembiring (40) asal Medan, dan seorang korban kritis atas nama Bentol (60), warga Desa Tenembak Alas, Kecamatan Deleng Pokhisen, Aceh Tenggara.

Tiga orang tersebut, merupakan bagian dari total enam orang yang berangkat mencari kayu gaharu di kaki pegunungan Perkison berjarak sekitar 30 kilometer dari Kutacane pada Senin, 5 Desember 2016.

“Tidak menutup kemungkinan helikopter akan terlibat lagi untuk membantu proses evakuasi korban, dan akses bagi regu penolong,” ungkap Risky.

Pekan ini atau Rabu (25/1), satu Helikopter AW139 milik Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali dilibatkan dalam operasi mencari dua jenazah, dan satu korban kritis melalui udara berdasarkan laporan dari warga tempatan.

Tercatat Sabtu (14/1), pencarian terhadap tiga korban hilang dihentikan, setelah melakukan upaya mencari selama 14 hari baik melalui tim dari darat, dan udara menggunakan helikopter milik Basarnas.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dua pekan lalu, baru saja menyepakati untuk menempatkan satu unit Helikopter AW139 di Lanud Soewondo, Medan, Sumatera Utara.

Bambang berujar, helikopter tersebut bakal digunakan untuk melaksanakan kegiatan SAR, dan misi kemanusiaan lain pada enam provinsi di wilayah Sumatera Bagian Utara yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau.

Kecepatan dalam merespon, dan efisiensi waktu operasinal selama ini menjadi terkendala akibat minimnya helikopter yang Basarnas miliki.

“Sewaktu di Aceh lalu, saya harus terbangkan dua heli dari Jakarta dan Surabaya. Perpindahan aja sudah memakan waktu lama, belum lagi untuk operasi,” jelasnya. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY