(FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)

@Rayapos | Jakarta – Polsek Kalideres Jakarta Barat mengungkap peredaran narkoba yang diketahui dibawah pengendalian seseorang di dalam Lapas. Para tersangka pengedaran ini punya hubungan yang unik, yakni sang ayah DR (53), SR (23) dan kakak kandungan DR (27).

Sebanyak 3,5 KG sabu dan 4500 butir Ekstasi di sita dan tiga orang pelaku pengedar berhasil di amankan.

Kapolsek Kalideres Kompol Pius Ponggeng SH mengungkapkan, pihaknya telah menangkap para tersangka pengedar narkoba dalam barang bukti yang cukup besar, yang berasal dari seorang pengendali peredaran narkoba yang barada di dalam tahanan Lapas dengan ini sial A yang diduga masih ada hubungan keluarga dengan pelaku yang diamankan.

“Dari pengungkapan itu, kita berhasil mengamankan barang bukti berupa 8 bungkus sabu seberat 3500 gram, 4500 butir pil extasy warna hijau seberat 797 gram, dua buah timbangan digital, 3 buah brangkas, dan dua buah Key BCA,” ungkap Kompol Pius, Kamis (19/07/18).

Baca juga:

Nurhidayat: Meski Gagal di Piala AFF, Kita Tetap Semangat

Survei: Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo Jadi Favorit Cawapres Prabowo

Pius mengatakan salah satu tersangka berinisial SR masih berstatus mahasiswa dan berkuliah disalah satu Universitas di Jakarta, diduga kuat, narkoba asal Lapas tersebut akan di edarkan di lingkungan pendidikan Kampus, SR (23) ini adalah anak dari tersanfak DR.(53).

Ditambahkan Pius, kronologi pengungkapan peredaran tersebut, dari tertangkapnya salah seorang SR.

“Tersangkanya ada 3. Jaringannya kita tangkap duluan, yang transaksi pertama itu barang buktinya cuma 0.26 gram. Kemudian kita dapat keterangan bahwa itu didapat lewat si A. Kemudian lewat perantara D alias DR. Nah DR ini kita kejar, kemudian ditemukan barang sebanyak ini,Ada satu lagi tersangka M. Dan mereka ini rata-rata keluarga ya. Jadi M yang DPO, terus D alias DR, SR itu satu keluarga. SR ini anaknya DR, masih kuliah.” ujarnya.

Dari pemeriksaan para pelaku yang di amankan diketahui peredaran di kendalikan oleh narapidana kasus narkoba bernisial A.

“A ini masih di dalam lapas di jakarta lah. Dia yang mengendalikan peredarannya.” ujarnya.

Ditegaskan Pius, kedua anak DR tahu persis tindakan pidana yang dilakukan keluarganya yakni mengedarkan narkoba.

“Yang pasti anak ini tahu lah, tahu persis, memang sudah jalan hidupnya barangkali ya. Karena ini satu keluarga nih. Adik, kakak, dan sebagainya.” ujarnya.

Pius menjelaskan kembali pengungkapan terhadap pengedar narkoba tersebut tak lepas dari informasi masyarakat yang diketahui di rumah tersangka S kerap dilakukan transaksi narkoba

“Dari laporan masyarakat itu, pada Selasa (10/07) lalu, kita menangkap S alias K di Jalan Manyar Dalam Tegal Alur Kalideres dan mengamankan 0,26 gram sabu,” ujar Pius.

Lebih lanjut,kata Pius, pihaknya kemudian melakukan pengembangan dari tersangka S. Menurut pengakuannya, barang haram tersebut didapat dari A melalui tersangka D

Berbekal dari keterangan yang didapat, AKP Syafri yang memimpin langsung dengan didampingi Panit Narkoba Iptu Sigit Prasetya SH bersama anggotanya langsung melakukan penangkapan terhadap D alias DR (47) dan SR (20)

“Kita tangkap D dan SR di tempat persembunyiannya di Jalan kayu besar Cengkareng Timur, Cengkareng Jakarta Barat pada Sabtu (14/07) lalu,” ujarnya.

Masih dikatakannya, tersangka D mengakui barang haram itu didapat dari tersangka A yang masih DPO dan berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

“Mereka ini punya peran masing-masing dalam mengedarkan narkoba. Tersangka D mengaku mendapatkan narkoba dari A untuk dijual, sedangkan SR berperan sebagai penerima uang hasil penjualan dan mentransfer ke rekening salah satu bank atas perintah A, selain itu tersangka D mengaku menyerahkan narkoba kepada M (DPO),” Katanya

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan dan mengejar tersangka M yang masih melarikan diri. Para tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (2) Sub 112 ayat (2) Jo 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

“Kami akan terus melakukan pengembangan, termasuk mencari keterangan dari tersangka A yang berada di dalam Lapas,” ujarnya.