Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Mantan Presiden SBY (FOTO: Ist)

@Rayapos | Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyayangkan ada pihak yang menyebut jumlah penduduk miskin mencapai 100 juta orang. Menurut Luhut, informasi itu tidak tepat.

“Jangan kita nodai dengan informasi-informasi yang menurut saya tidak bagus dan tidak mendidik ke bawah. Ada yang bilang 100 juta miskin di Indonesia,” kata Luhut di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Ia berpedoman pada data yang diluncurkan Badan Pusat Statistik (BPS). Dia mengatakan, jumlah penduduk miskin saat ini sekitar 26 juta. Luhut pun mempertanyakan data 100 juta orang miskin tersebut hasil perhitungan siapa.

“Katanya ada 100 juta miskin di mana 100 juta miskinnya, kita kan lihat merujuk BPS. BPS bilang kemiskinan turun 9,82% atau setara 26 juta orang. Itu angka besar tapi tidak 100 juta,” ujarnya.

Baca juga:

Pembatas Jalan Warna-Warni Kembali Dicat Hitam Putih, Begini Alasan Anies

Ingat, Mulai 1 Agustus Pelanggar Ganjil-Genap Asian Games Mulai Ditilang

PN Jaksel Bekukan serta Jatuhkan Vonis ke Organisasi JAD

Sebelumnya, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut ada sekitar 100 juta orang masuk kategori miskin. Jumlah orang miskin menjadi salah satu persoalan yang disoroti SBY saat ini.

Oleh karena itu, SBY berharap Prabowo dan pendampingnya nanti, jika memenangi Pilpres 2019, harus menaruh perhatian pada nasib 100 juta orang miskin itu.

“Kami sepakat bahwa persoalan yang dihadapi mereka itulah yang harus dijadikan prioritas pemimpin dan pemerintahan mendatang untuk mengatasinya secepat-cepatnya,” ujar SBY yang berdiri di samping Prabowo, Senin (30/7/2018).

BAGIKAN