Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono

@Rayapos | Jakarta – Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini mendapat julukan baru, master of kungfu. Julukan itu muncul setelah SBY disebut-sebut baru akan mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebulan jelang pencoblosan Pilpres 2019.

“Pak SBY itu jagoan. Kesatria yang sudah sering tanding, apalagi selalu menang, mau lama, mau bentar, saya rasa tidak terlalu berpengaruh,” kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Senin (19/11/2018).

Baca juga:

Anies Baswedan Setuju Ada Reuni 212 di Monas

Foto Keluarga Bercadar, Wiranto Jelaskan Maksudnya

“Bang Sandi kan strateginya turun terus ke banyak titik dari awal, kalau master of kungfu kayak Pak SBY, semua politikus tabik sama beliau. (Kampanye) seminggu saja sudah sudah menggetarkan itu, apalagi sebulan. Guru politiknya semua politikus beliau itu,” sambung dia.

Reaksi optimistis juga disampaikan oleh Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak. SBY dinilai berpengalaman.

“Pak SBY itu politisi paling sukses hari ini. Beliau sudah berpengalaman memimpin Indonesia 10 tahun, dan itu pemilu langsung. Dan kemudian dia juga berpengalaman di banyak kompetisi politik,” kata Dahnil.

Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso lantas berterima kasih jika SBY benar-benar mau ‘turun gunung’ di bulan Maret 2019. Djoko tak mempermasalahkan waktu yang dipilih oleh Presiden ke-6 RI itu.

“Oh enggak (enggak masalah). Semua itu… Sudah mau (kampanye) Januari, mau Maret silakan. Kapal ini, kapal BPN ini sudah saya desain tahan ombak,” ujar Djoko kepada wartawan di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi di Gayam, Kota Yogyakarta.

Cawapres Sandiaga Uno memandang ada strategi yang dipikirkan SBY sehingga baru akan mengkampanyekan dirinya pada Maret 2019. Menurut Sandi, SBY pasti memikirkan momentum yang tepat.

“Menurut saya itu adalah strategi yang luar bisa. SBY ini kan ahli sekali strategi, jadi dia tahu kapan momentumnya,” kata Sandiaga Uno saat bertemu warga di Wonosobo.

Sebelumnya hubungan SBY dengan kubu Prabowo-Sandiaga lainnya seakan renggang karena ada isu soal janji. SBY juga menyinggung soal coattail effect Pilpres 2019 yang menurut dia hanya berpengaruh kepada partai yang mengusung capres atau cawapres.

Namun kabar terbaru dari elite PD agaknya memecah kebekuan itu. Wasekjen PD Rachland Nashidik mengungkap tanggal main SBY bakal kampanye untuk Prabowo-Sandiaga.

“Kami (Partai Demokrat) akan turun. Maret itu kami akan turun dan dengan asumsi bahwa Pak Prabowo pun dan Pak Sandiaga Uno menepati janji untuk memastikan bahwa membantu agar suara partai kami pun juga tidak turun,” ungkap Rachland kemarin (18/11).

BAGIKAN