Scooter Braun dan Justin Bieber

@Rayapos | Jakarta – Scooter Braun berhasil menjadi manager yang terkenal berkat kepiawaiannya membawahi Justin Bieber. Namun kesuksesan yang berhasil mereka raih membawa beban berat baginya.

Bahkan, hampir setiap malam ia mengkhawatirkan keadaan Bieber yang bisa saja meninggal karena overdosis.

Ini diakui Braun saat dirinya berbicara untuk Van Lathan The Red Pill Podcast, Rabu (12/9/2018).

Ia mengaku mendapatkan mimpi buruk setiap malam tentang kehidupan Bieber yang hanya akan menjadi singkat.

“Ada saat ketika saya akan tidur, hampir setiap malam, ketika dia (Bieber) punya uang untuk terbang menjauh dari saya, dan saya khawatir setiap malam bahwa saya akan kehilangan dia.”

Dia menambahkan,  “Saya pikir dia akan meninggal. Saya pikir suatu malam dia akan tertidur dengan begitu banyak racun di dalam sistemnya sehingga dia tidak akan bangun keesokan harinya.”

Seperti diketahui, pada 2014 lalu Bieber sempat mengalami rangkaian insiden tak menyenangkan, seperti ditangkap polisi di usianya yang saat itu baru 19 tahun karena mengemudikan Lamborghini di atas batas kecepatan saat mabuk, DUI (Driving Under Influence), di Miami.

Beberapa hari sebelumnya, rumah Bieber juga digeledah polisi setelah adanya laporan bahwa Bieber terlibat dalam peristiwa pelemparan telur busuk yang menyebabkan kerusakan senilai $ 20,000 (Rp 290 jutaan) ke rumah tetangganya.

Ia juga diminta untuk masuk rehabilitasi, namun mengindahkan nasehat dari timnya.

Braun juga mengatakan alasan Bieber menghentikan turnya dan menghilang dari dunia musik. Yakni untuk kesehatan musisi 24 tahun itu dari penyalahgunaan zat berbahaya.

“Dia dulu berteriak, dia meneriaki saya, dia ingin mengeluarkan musik, dia ingin melakukan tur, tapi saya pikir jika dia melakukan itu dia akan meninggal. Jadi saya menolak,” lanjut Braun.

Beberapa tahun belakangan ini memang menjadi masa sulit bagi Bieber, apalagi ia besar di mata publik dan seluruh kegiatannya selalu menjadi sorotan dan mendapat penilaian dari publik. Namun, Braun berjanji untuk setia menanganinya, tak peduli apapun.

“Saya berjanji kepadanya ketika dia berusia 13 tahun bahwa saya tidak akan pernah menyerah kepadanya. Saya berencana untuk menepati janji itu,” ujar Braun.

Pria yang juga menjadi manager dari Ariana Grande ini mengatakan Justin Bieber tidak akan bisa menjadi dirinya seperti sekarang ini jika bukan karena usaha sang bintang itu sendiri.

“Saya pikir dia sadar dan membuat pilihan untuk berubah. Selama satu setengah tahun saya gagal mencoba membantunya karena selama itu dia tidak mau berubah. Hingga suatu hari dia terbangun dan berkata, ‘Aku ingin bicara denganmu, aku tak ingin menjadi orang itu lagi’,” kata Braun.

Braun menekankan bahwa siapa Bieber saat ini — seorang lelaki yang bertunangan dengan Hailey Baldwin dan masih menghasilkan lagu-lagu yang menjadi hits— adalah “hasil keputusan sendiri [Bieber], bukan karena ada orang lain.”

Dia juga menyebut musisi itu sebagai “pemuda luar biasa yang diberi kehidupan luar biasa”.