Pemeran Film Dilan 1990 (Foto : Istimewa)

@Rayapos | Jakarta – Tak lama lagi film Dilan 1990, tepatnya mulai tanggal 25 Januari 2018 nanti, akan tayang di bioskop-bioskop di tanah air.

Dilan 1990 merupakan film Indonesia bergenre drama yang digarap oleh Pidi Baiq (Baracas) selaku sutradara sekaligus penulis cerita. Film ini diadaptasi dari buku novel yang berjudul ”Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990” karya dari Pidi Baiq yang diterbitkan pada tahun 2014.

Novelnya sendiri memiliki sekuel yaitu “Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku Tahun 1991” terbit pada tahun 2015 dan spin-off nya “Milea: Suara dari Dilan” terbitan tahun 2016.

Kisah tentang Dilan dan Milea yang ditulis adalah berdasarkan kisah nyata. Jadi mereka bukanlah tokoh fiksi. Inilah alasan kenapa cerita yang disuguhkan begitu terasa alami dan tidak dramatis membuat novel yang berkisah tentang problematika remaja tahun 1990an ini menjadi buku best seller.

Baca juga : Iqbaal Ramadhan Sempat Diragukan bisa Perankan Sosok Dilan

Proses produksi Dilan 1990 itu juga tak mudah. selain munculnya pro kontra terkait pemilihan mantan personil Cowboy Junior dan CJR, Iqbaal Ramadhan, Fajar Bustomi sang sutradara juga kesulitan untuk memasukkan semua adegan dari novel setebal 300 halaman itu menjadi film dengan durasii yang hanya 120 menit.

Poster Film Dilan 1990 (Foto : Istimewa)
Poster Film Dilan 1990 (Foto : Istimewa)

Fajar Bustomi menuturkan bahwa ada beberapa adegan yang terpaksa dikorbankan demi kepentingan durasi film Dilan 1990.

‎”Saya merupakan fans Dilan juga. Pastinya semua adegan pengin dimasukkan semua. Cuma Dilan kan 300 halaman, kalau dijadikan dua jam susah juga. Akhirnya diputuskan ada beberapa adegan (yang dihilangkan),” kata Fajar Bustomi di XXI Kemang Village, Jakarta Selatan, ketika itu, Rabu (13/12/2017).

Fajar Bustomi mengaku sedih ketika harus mengerucutkan isi cerita Dilan 1990 karena terbentur durasi. Ia bahkan sempat berpikir untuk menjadikannya dua bagian film.

“Kalau mau dijadikan dua film, tetapi masih ada dua buku lagi (yang ingin difilmkan). Agak sedih sih sebenarnya, tetapi saya tetap optimistis karena novel ini romantis sekali, dengan sudut pandang cerita yang luas,” jelasnya.‎

Baca juga : Catat! Ini Daftar Film yang Rilis Januari 2018

Meski begitu, Fajar Bustomi memastikan bahwa film Dilan 1990 yang akan tayang telah cukup menggambarkan keseluruhan inti cerita dalam novel.

“Saya berdiskusi dengan Pidi Baiq, karena dia orang yang paling tahu tentang Dilan. Banyak hal yang harus kita sharing to the point dari buku yang hilang. Dan ketika ceritanya diangkat, jangan sampai intinya enggak dapat. Menurut saya sudah bisa mewakili orang yang tidak pernah baca bukunya, bisa tetap menikmati indahnya buku lewat film ini,” ujar Fajar Bustomi.

Sinopsis Film Dilan 1990

Film Dilan 1990 bercerita tentang Milea (Vanesha Prescilla) yang bertemu dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) disebuah SMA di Bandung. Itu adalah tahun 1990, pada saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung. Perkenalan yang tak biasa membawa Milea mengenal keunikan dari Dilan lebih jauh. Dilan yang pintar, baik hati dan romantis. Cara Dilan mendekati Milea tidak sama dengan teman-teman lelaki lain, bahkan Beni, pacar Milea di Jakarta.

Bahkan cara berbicara Dilan yang terdengar kaku, lambat laun justru membuat Milea kerap merindukannya jika sehari saja ia tak mendengar suara itu.

Baca juga : “Along With the Gods: The Two Worlds” Raih 10 Juta Penonton di Dua Pekan…

Perjalanan hubungan mereka tak selalu mulus. Beni (Brandon Salim), Anhar (Giulio Perangkan), Kang Adi (Refal Hadi) mewarnai perjalanan itu. Dan Dilan, dengan caranya sendiri, selalu bisa membuat Milea percaya ia bisa tiba di tujuan dengan selamat.

Tujuan dari perjalanan ini adalah perjalanan mereka berdua. Katanya, dunia SMA adalah dunia paling indah. Dunia Milea dan Dilan satu tingkat lebih indah daripada itu.