Sekilas Mengenal Budaya Adat Pulau Sumba, Wanno Kalada

Pagelaran seni budaya Sumba NTT, Wanno Kalada yang bercerita tentang ucapan syukur atas keberhasilan masyarakat Sumba yang merantau ke luar daerah (Foto: rayapos.com / ARDIAN MANTOUW)

@Rayapos | Jakarta: Sumba, sebuah pulau yang masuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dikenal sangat kental dengan nuansa tradisionalnya.

Salah satunya adalah tradisi melakukan semacam perayaan “thanks giving” atau ucapan syukur, untuk kesuksesan putra putri Sumba yang merantau keluar daerah.

Dalam masyarakat Sumba NTT, perayaan ini dikenal dengan nama “Kampung Besar atau “Wanno Kalada”.

Seperti kampung mereka, rumah orang Sumba terbagi dalam pengertian rumah besar (uma kalada) dan selainnya. Seperti wanno kalada, uma kalada juga merupakan rumah yang dibangun oleh nenek moyang pertama dan dihuni turun temurun oleh generasi selanjutnya.

Di rumah adat ini berdiam arwah leluhur yang telah menjadi serupa dewa (marapu),dan dirumah ini pula tersimpan harta benda pusakan milik keluarga bersangkutan. Semua turunan pendiri rumah, baik yang masih berdiam disitu maupun yang telah membangun hunian baru terikat dalam suatu hubungan kekerabatan yang di sebut kabisu.

Terkait dengan tradisi tersebut, masyarakat Sumba yang merantau di wilayah Jabodetabek, menggelar sebuah pagelaran budaya Wanno Kalada, di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (27/1).

Adapun pagelaran ini berkisah tentang banyaknya anggota kampung yang merantau untuk menggarap kebun atau bekerja. Suatu ketika saat ada pesta ucapan syukur, mereka datang ke kampung membawa hasil kerja berupa babi, kerbau dan disambut dengan meriah oleh warga kampung.

Rangkaian pagelaran ini diawali dengan prosesi penerimaan “sesembahan” berupa kerbau dan babi, yang dibawa oleh sanak saudara orang Sumba kepada rumah utamanya, dimana kerbau dan babi tersebut akan disembelih menurut adat budaya Sumba.

Saat masuk kampung, mereka akan disambut dengan meriah oleh para saudara-saudaranya. Terdapat satu ekor kerbau dan empat ekor babi yang dibawa dalam rombongan dan prosesi adat yang disebut Kedde.

Selain itu, para masyarakat Sumba juga menampilkan sejumlah tarian dan pantun-pantun ada Sumba dalam ataraksi kebudayaan yang digelar pada hari ini.

Comments

comments