Selesaikan Konflik, Delegasi Myanmar ”Sambangi” Maluku

@Rayapos | Ambon: Dalam rangka mempelajari penyelesaian konflik di Maluku, delegasi Pemerintah Myanmar yang diketuai Menteri Penerangan, didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Perbatasan, beserta 19 pejabatnya, melakukan kunjungan ke Maluku.

Kedatangan delegasi Pemerintah Maynmar ini disambut hangat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, dengan melakukan pertemuan bersama yang digelar di Lantai II Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (28/1).

Demikian disampaikan Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, kepada wartawan, usai melakukan pertemuan dengan delegasi Myanmar. Menurutnya, kunjungan itu bertujuan untuk mempelajari dan berdiskusi bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat maupun tokoh agama, tentang penyelesaian konflik. ”Mereka mendengar bahwa pernah terjadi konflik di Maluku, dan konlik itu begitu cepat bisa diselesaikan. Orang beranggapan untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu satu generasi, tetapi ternyata begitu cepat. Saya bilang kita punya pengalaman, untuk itu kita bagikan apa yang selama ini kita buat untuk mereka,” ujarnya.

Diharapkannya, setelah mempelajari dan menelisik konsep penyelesaian konflik di Maluku, delegasi Pemerintah Myanmar dapat menerapkan wawasan yang sudah ditimbanya itu untuk mengatasi persoalan yang terjadi di negaranya. Walaupun konflik yang terjadi di Maluku berbeda dengan apa yang terjadi di Myanmar, mulai dari konflik etnis, agama, perbatasan. ”Dalam pertemuan itu, saya jelaskan apa yang kami buat selama beberapa tahun, dan hasilnya akan dibangun laboratorium kerukunan umat beragama yang direncanakan mulai tahun depan sudah mulai dilakukan peletakan batu pertama,” jelasnya.

Kesempatan yang sama, Menteri Penerangan Myanmar Pe Myint, menyatakan bahwa kedatangan pihaknya di Maluku adalah dalam rangka mempelajari tentang perdamaian dalam hal ini penyelesaian konflik. ”Awalnya kami tidak mengetahui Maluku. Namun setelah dipelajari, ternyata Maluku merupakan daerah yang sukses dalam penyelesaian konflik,” tegasnya.

Atas hasil pertemuan dengan Pemprov Maluku ini, terangnya, pihaknya berharap dapat memberikan solusi dan saran dalam menyelesaikan konflik. Walaupun konflik yang terjadi di Myanmar berbeda dengan apa yang terjadi di Maluku. ”Sepulang dari Maluku, kita langsung kaji dengan kondisi yang terjadi di Myanmar saat ini,” pungkasnya.

Comments

comments