Wagub DKI Sandiaga Uno memperkenalkan OK OCE Academy (FOTO: jitunews)

@Rayapos | Jakarta – Wakil Gubernur Sandiaga Uno menyebut bahwa OK OCE adalah program penting untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Jakarta. Namun, konsep itu ditentang oleh Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta.

Anggota bidang kesejahteran rakyat DPRD DKI, Sereida Tambunan menilai bahwa OK OCE belum bisa disebut sebagai program yang mampu menurunkan angka kemiskinan. Sebab dia berpendapat selama 9 bulan kepemimpinan Anies-Sandi OKE OCE masih belum tepat sasaran.

Hal itu tercermin dari 42 ribu orang yang sudah terdaftar OK OCE yang belum spesifik, apakah 42 ribu orang tersebut adalah pengangguran, pedagang atau masyarakat umum.

Baca juga:

Dua Kurir Narkoba Diamankan Petugas Bandara Hang Nadim

Pejabat Bank Dunia Tenggelam di Pantai Seminyak

Sementara sasaran yang berhasil mendapatkan bantuan, selama 9 bulan baru sekitar 150 orang peserta. Padahal menurut Sereida, dinas UMKM sudah memiliki data lengkap pelaku usaha yang dilakukan sejak era Gubernur Ahok disetiap kelurahan dan kecamatan.

“Artinya mereka yang ikut OK OCE tidak tepat sasaran, sementara data UMKM kita sudah lengkap. Harusnya peserta OK OCE mengacu pada data tersebut, jadi sasarannya jelas tidak tumpang tindih,” ujar Sereida kepada Rayapos, Minggu (22/07/2018).

“Kalau persoalan ngumpulin 42 ribu orang mah kita bisa, nanti team orange ikut OK OCE, team RPTRA ikut oke pelatihan, masa pegawai RPTRA ada yang ikut latihan ngelas, kita sih gak salah, tapi harusnya kan untuk mereka yang masih pengangguran,” sambungnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, agar Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno tidak serta merta mengabaikan data dari dinas UMKM yang sudah dikerjakan pada masa Gubernur Ahok.

“Jadi runututan kritikannya kita kasih pemahaman kepada Gubernur, kita sudah punya data setiap kelurahan dan dinas UMKM punya, melalui data itulah harusnya DKI memberikan bantuan dan pelatihan, kalau sekedar daftar, tepat sasaran atau tidak?” tutupnya.

BAGIKAN