@Rayapos | Manchester – Meski sempat terlibat perseteruan dengan Marco Ianni, pelatih Manchester United Jose Mourinho justru berharap asisten Maurizio Sarri itu tidak dipecat oleh Chelsea.

Belakangan nama Ianni menjadi pusat perhatian publik Inggris. Pasalnya, pada akhir pekan kemarin ia melakukan selebrasi sembari memprovokasi Mourinho. Kala itu, Chelsea tengah menjamu MU di pekan kesembilan Liga Primer.

Akibat provokasi itu, Mourinho pun terlihat emosi. Ia sempat bangkit dari kursinya dan berusaha mengejar Ianni. Alhasil, laga sempat terhenti beberapa saat. Sebab ada sejumlah pemain yang akhirnya ikut merapat ke pinggir lapangan.

Tindakan ini pun dianggap memalukan dalam laga Liga Inggris, Ianni akhirnya mendapat kritikan dari banyak pihak. Bahkan sampai ada yang menyarankan pada Chelsea agar memecatnya saja. Akan tetapi, Mourinho justru mengaku tidak suka dengan gagasan tersebut.

“Saya ingin berterima kasih kepada Sarri atas kejujurannya,” ujar Mourinho, sebagaimana dilansir laman Sky Sports, Selasa (23/10/2018).

“Saya ingin berterima kasih kepada Chelsea atas kejujurannya juga. Tetapi saya tidak senang jika kejadian itu berefek terlalu jauh pada anak muda itu.”

Baca Juga:

Maurizio Sarri Minta Maaf ke Mourinho, Kenapa Ya?

Arsenal Bekuk Leicester City 3-1

Real Madrid Capai Kesepakatan dengan Antonio Conte

Pelatih asal Portugal ini pun mengaku telah menerima permintaan maaf pihak Chelsea. Menurut dia, Ianni masih layak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya bersama The Blues.

“Saya tidak berpikir ia layak mendapatkan lebih dari apa yang telah ia dapatkan. Ia meminta maaf kepada saya, saya menerima permintaan maafnya. Saya pikir ia layak mendapat kesempatan kedua,” tuturnya.

“Saya tidak berpikir ia pantas dipecat. Saya tidak berpikir ia layak mendapat lebih dari fakta bahwa klubnya kuat bersamanya.”

Lebih lanjut Mourinho mengatakan, alasan dirinya membelanya Ianni karena semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Bahkan ia juga mengakui pernah melakukan kesalahan saat masih muda.

“Saya berharap semua orang melakukan hal yang sama seperti saya, yang tidak mengganggu karir seorang pria muda. Mungkin ia adalah pria hebat, pelatih dengan potensi besar,” jelasnya.

“Akhir cerita dengan saya, adalah saat ia meminta maaf kepada saya. Biarkan anak itu bekerja. Semua orang membuat kesalahan – saya dulu membuat banyak kesalahan,” tukasnya.