@Rayapos | Jakarta – Sebagai orangtua tentu sangat menyayangi buah hati kita. Berbagai cara ditunjukan ayah-bunda demi membahagiakan sang anak. Salah satunya dengan pelukan dan ciuman kasih sayang.

Namun taukah Anda, jika sering-sering memeluk atau mencium buah hati justru bermanfaat bagi pertumbuhan si kecil di masa depan. Sebuah penelitian menyebut anak yang sering mendapat pelukan hangat orangtua tumbuh jadi anak pintar.

Tak hanya menyehatkan secara psikologis, lebuh dari itu bisa berdampak dahsyat pada aspek kognitif atau kepintaran anak-anak. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan tim dari Nationwide Children’s Hospital di Ohio, Amerika Serikat.

Sebagaimana dilansir laman Newsner, Senin (12/11/2018), seorang peneliti bernama Dr. Nathalie Maitre mengungkapkan bahwa sentuhan fisik sangat penting bagi pertumbuhan bayi pada umumnya.

“Sentuhan fisik atau mengayunkan bayi di lengan akan membuat perbedaan besar dalam menentukan bagaimana otak mereka berkembang. Ini sangat sangat penting bagi perkembangannya,” jelas Dr. Nathalie.

Sementara itu, laporan dari Journal Preceedings of the National Academy of Sciences menyebut pelukan dan ciuman pada anak menambah jumlah endorfin dan oksitosin.

Baca Juga:

Jangan Dibuang, Ini 6 Manfaat Kulit Lemon Bagi Kesehatan

8 Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Wuih, Olahraga Teratur Bisa Bikin Mr. P Lebih Joss

Kedua hormon ini bisa merendahkan syaraf yang tegang serta tekanan darah tinggi sehingga kelak anak akan bersikap lebih tenang dalam menghadapi situasi yang sulit.

Penelitian juga membuktikan anak yang sering dipeluk dan dicium oleh kedua orang tuanya akan menjadi lebih cerdas. Karena ketika dipeluk dan dicium ia akan merasa bahagia, kebahagiaan ini memicu perkembangan sel-sel dan koneksi sel pada otaknya.

Manfaat lain, pelukan dan ciuman juga membuat anak merasa nyaman sehingga ia akan bisa mengendalikan dirinya dengan baik. Memeluk dan mencium anak membuat anak memiliki jiwa pengasih, sebab kasih sayang telah didapatkan secara penuh orangtuanya.