Setelah Grasi Dikabulkan, Antasari akan Ajukan PK Kedua

@Rayapos | Jakarta: Kuasa hukum Antasari Azhar, Boyamin Saiman berniat untuk  kembali mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung, setelah  permohonan grasinya dikabulkan.

Menurut Boyamin Saiman, PK yang kedua kali tersebut sengaja diajukan sebagai pembuktian bahwa kliennya tidak bersalah dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen.

“Kami tetap akan mengupayakan bebas murni secara hukum dalam bentuk mengajukan PK kedua nanti. Tapi itu dilakukan setelah membongkar SMS, peluru, baju korban lengkap semua baru ke sana. Itu dalam rangka membersihkan namanya bahwa anak cucu nanti tahu bahwa kakeknya dan buyutnya bukan orang yang bersalah,” kata Boyamin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/01/17).

Namun Boyamin mengatakan, sebelum mengajukan  PK untuk kedua kalinya,  pihaknya akan meminta Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk menindaklanjuti dua laporan. Kedua  laporan tersebut adalah, laporan tentang penyalahgunaan teknologi informasi dalam bentuk pesan singkat/SMS. Dan yang kedua adalah laporan tentang sumpah palsu oleh saksi yang mengaku melihat SMS tersebut.

“Itu dilaporkan setelah vonis bersalah, sekitar tahun 2011,” ucap Boyamin.

Boyamin Saiman mengaku telah menerima salinan Keputusan Presiden (Keppres) grasi tersebut dari Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keputusan dalam Keppres tersebut menyatakan Antasari Azhar mendapat pengurangan hukuman selama 6 tahun.

“Artinya sejak SK ini muncul berarti Pak Antasari sekarang statusnya sudah mantan narapidana. Haknya sebagai masyarakat sudah melekat kembali,” tambah Boyamin.

Sebelumnya, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengajukan grasi pada 2015 ke Mahkamah Agung. Mahkamah Agung kemudian mengirimkan pertimbangan ke Presiden pada akhir 2016.

Antasari Azhar bebas bersyarat setelah menjalani masa hukuman 7 tahun 6 bulan atau dua per tiga dari vonis 18 tahun penjara. Selama menjalani huykuman, mantan Ketua KPK itu mendapatkan remisi sejak 2010 hingga saat ini dengan total remisi empat tahun enam bulan.

Sampai saat ini, Antasari tetap menyangkal  bahwa ia terlibat dalam kasus pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen,  bahkan ia juga dituduk menjadi dalangnya.

Hingga kini kasus tersebut masih menyisakan misteri karena adanya sejumlah kejanggalan selama proses hukumnya berjalan.

Comments

comments

LEAVE A REPLY