Setelah Terpilih Sebagai Ketua Umum, Setya Novanto Terus Lakukan Perampingan “Postur Beringin”

@Rayapos | Jakarta: Setelah terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali pekan lalu, Setya Novanto (setnov) terus mengadakan perubahan-perubahan signifikan di dalam tubuh Partai Golkar.

Saat terpilih, ia menyatakan bahwa Golkar tidak lagi menjadi bagian dari Koalisi Merah Putih (KMP) yang menjadi oposisi pemerintah. Sebaliknya, Setnov menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Partai Golkar akan menjadi pendukung pemerintahan Jokowi.

Perubahan yang dilakukan Setnov tidak berhenti sampai di situ saja. Hari ini, lewat Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid, muncul sebuah terobosan baru yaitu menghapus posisi Wakil Ketua Umum (Waketum) di dalam formatur, seperti yang selama ini ada.

“Dalam struktur baru tidak ada waketum. Selain itu, para mantan Caketum bisa di dewan pembina atau dewan pakar,” kata Ketua Harian Golkar Nurdin Halid di Jakarta, Kamis (19/5).

Di samping menghapus posisi Waketum, Setnov juga terus merampingkan pengurus Partai Golkar, dengan menghilangkan beberapa posisi strategis.

“Jumlah anggota kepengurusan sudah ditentukan di AD/ART. Maksimal 157 orang, kalau dulu sampai 375 orang,” demikian Nurdin menjelaskan.

Menurut Nurdin, perampingan organisasi yang dilakukan oleh Setnov semata-mata bertujuan untuk makin mengefektikan peran masing-masing formatur.

“Dengan kepengurusan yang ramping, ini akan menciptakan efektivitas kerja. Kaderisasi berjalan, tidak ada pengurus yang lompat pagar,” pungkas Nurdin.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY