Bendera ISIS

@Rayapos | Jakarta – Habib Rizieq Syihab menyebut spanduk berisi kalimat tauhid di kediamannya dipasang orang tak dikenal. Dia lalu mengungkap rahasia di balik upaya jebakan tersebut.

Lewat akun Twitternya, imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu menceritakan detik-detik sebelum dirinya dikepung polisi. Berikut selengkapnya:

Kuat dugaan penjebakan dan intimidasi ini bertujuan untuk menghalangi reuni akbar 212 yang akan digelar tiga pekan mendatang.

Baca juga:

KNKT Temukan Kerusakan pada AOA Lion Air JT 610

Kecelakaan Lagi, Lion Air PK-LGY Tabrak Tiang di Bandara

Akibat fitnah dan penjebakan licik inilah maka pihak Intelijen Saudi mendatangi kediaman Habib Rizieq dan menjemput HRS untuk dimintai keterangan. Alhamdullilah saat ini HRS sudah dibebaskan dan kembali ke rumah.

Apalagi ada informasi yang masuk ke HRS bahwa pihak Intelijen (BIN) telah menyewa rumah di sekitar kediaman Habib Rizieq untuk memantau aktivitas beliau selama 1×24 jam, dan telah lama diketahui HRS.

Hari ini akhirnya terjawab tujuan pencurian kamera CCTV tersebut, yaitu supaya tidak diketahui siapa orang-orang yang menyatroni rumah Habib Rizieq secara diam-diam lalu melakukan penjebakan.

Sebetulnya kamera CCTV ada dan telah dipasang di kediaman Habib Rizieq untuk mengawasi keadaan di sekitar rumah beliau, tetapi kamera CCTV tersebut telah dicuri orang beberapa saat sebelum kejadian.

Baru beberapa jam kemudian foto diviralkan oleh pelaku di group-group WA dengan disertai narasi bahwa “Habib Rizieq memasang Bendera ISIS” dan berbagai informasi menyesatkan lainnya.

Saat itu berita kejadian tersebut belum ada yang mengekspose sama sekali, tetapi sudah ada kontak dari KBRI di Riyadh. Apa itu sebuah kebetulan?

Anehnya, belum ada satu jam HRS dibawa oleh kepolisan Saudi, salah seorang asisten pribadi HRS di Mekah mendapat kontak dari salah seorang pegawai KBRI Riyadh menanyakan tentang kondisi HRS. Dan dijawab oleh asisten HRS bahwa beliau baik tanpa menceritakan apa yang sedang terjadi.

Saat terjadi perbincangan antara HRS dengan polisi, saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah HRS ada orang yang membidik dengan camera super canggih dari jarak sekitar 40-50 meter. Ini diiketahui dari sudut pengambilan foto berdasarkan informasi dari penjaga rumah HRS selama ini.

Beliau pesankan kepada keluarga untuk kunci pintu rumah dengan rapat dan jangan ada yang keluar rumah apapun alasannya.

Namun tak lama beristirahat beliau dibangunkan putri dan istrinya yang terkejut melihat dari jendela lantai atas rumah melihat ke luar rumah sudah banyak aparat keamanan Saudi.

Habib Rizieq segera bangun dalam kondisi masih demam dan langsung turun menemui mereka. Mereka lalu memanggil warga Saudi pemilik rumah dan meminta untuk mengontak HRS agar keluar dari rumah.

HRS saat itu sudah dua hari terkena flu berat dan demam tinggi usai salat subuh dan sarapan pagi bersama keluarga, lalu meminum obat dan tidur kembali karena kondisinya.

Dalam waktu singkat pihak keamanan Saudi dari berbagai kesatuan sebanyak empat jeep dan sebuah sedan, sekitar jam 08.00 pagi, sudah mengepung kediaman HRS dan mencabut bendera yang ditempel dengan double stip di dinding, kemudian melipatnya dengan rapi diamankan dalam mobil patroli.

Kemudian setelah memfoto, mereka membuat laporan ke polisi patroli bahwa rumah Habib Rizieq diduga sebagai “sarang ISIS” dengan menunjukkan foto yang mereka buat.

Pada Selasa (6/11/2018), operasi intelijen licik telah dilakukan, menjebak HRS di kediamannya di Mekah pada waktu subuh, ada orang yang mendatangi kediaman HRS untuk memasang bendera tauhid secara diam-diam di tembok luar belakang rumah, lalu saat matahari terbit pelaku memfotonya.

Setelah suksesnya Aksi Bela Tauhid 211 hari Jumat (2/11/2018) lalu, kemudian deklarasi Koppasandi pada hari Ahad (4/11/2018), serta pekan-pekan terakhir menjelang Reuni Akbar 212 (2/12/2018), intensitas gangguan dan intimidasi kepada HRS kembali meningkat.

BAGIKAN